secangkir jurnal pahitnya hidup

mari, kita nongkring!

mari, kita nongkring!

 Putus cinta itu pahit. Cinta ditolak itu pahit. Cinta digantung juga pahit. Cinta yang bertepuk sebelah tangan pun sama pahitnya. Ditinggal pacar kawin lari dengan pria lain lebih pahit. Diselingkuhi itu pahit. Diduakan juga pahit. Terkena PHK itu pahit. Diabaikan pun pahit. Didiamkan, dikucilkan, dibuang, ditelantarkan, ditinggalkan, diceraikan dan terlalu banyak manusia menelan pahitnya hidup.

Namun, adakah pahit yang nikmat. Pahit yang nyaman. Pahit yang hangat. Pahit yang bersahabat. Pahit yang penuh tertawaan, candaan, ungkapan dan pahit yang bisa saling berbagi. Pahit yang ramai. Pahit yang ramah. Pahit yang penuh cinta. Dan, segala kepahitan yang selalu ditunggu, dilihat, dirasa dan dinikmati bersama.

Yang kalian butuhkan, yang saya butuhkan, yang dia butuhkan, yang mereka butuhkan, hanyalah secangkir kopi panas yang pahitnya bisa mengalahkan pahitnya hidup kalian dan croissant berlapis coklat untuk menemaninya. Itu saja.

Kalian bisa mendapatkannya di Djournal Coffee, West Mall Grand Indonesia. Tempatnya enak. Makanan manisnya banyak. Makanan beratnya juga mengenyangkan. Kopinya pun diracik dengan banyak cara. Cold drip, syphon dan alat lainnya. Kopinya enak? Pahitnya pas. Aromanya pas. Cuma sayang penyajiannya di paper cup. Mereka secara otomatis menyajikannya di paper cup. Tidak ditanya mau disajikan menggunakan cangkir atau bukan. Jadinya, minum kopi terasa tidak maksimal! Halay! Tapi tak apalah. Baru sekali, jadi saya tahu berikutnya kalau pesan kopi bisa minta disajikan di cangkir.

So, bosan dengan pahitnya hidup? Cobalah menikmati pahitnya kopi di Djournal Coffee. Cau!

mau pesan apa? saya mau Toraja ala syphon.

mau pesan apa?
saya mau Toraja ala syphon.

syphon pun dinyalakan. kopi saya siap dibuat.

syphon pun dinyalakan. kopi saya siap dibuat.

boleh nonton kok pembuatan kopinya di sini.

boleh nonton kok pembuatan kopinya di sini.

cold drip. alatnya seru seru.

cold drip. alatnya seru seru.

jarang yang pesan kopi hitam, jadi buat penyuka kopi hitam, kalian bisa bebas duduk melihat prosesnya.

jarang yang pesan kopi hitam, jadi buat penyuka kopi hitam, kalian bisa bebas duduk melihat prosesnya.

ini apaan ya. boleh diambil yuk! diem-diem tapinya.

ini apaan ya. boleh diambil yuk! diem-diem tapinya.

tempatnya nyaman dan cukup luas.

tempatnya nyaman dan cukup luas.

 

pedekate?

pedekate?

Djournal coffee24

bengong itu bagian dari ngopi.

bengong itu bagian dari ngopi.

paper cup. kopi toraja ala syphon jadi kurang elegan. halah!

paper cup. kopi toraja ala syphon jadi kurang elegan. halah!

“sonofmountmalang”

About these ads

36 thoughts on “secangkir jurnal pahitnya hidup

  1. Sensational post,wonderful pictures.l hope l will be able to visit Indonesia in the future.Thank you for liking my post (You Were created beautiful) My best regards.jalal

    • Thank you, Jalal

      Please….i’d like to serve you with my best-local coffee.

      Let’s have some cup

      Anyway, i like your writing, but you know, my English is not great, so i couldn’t write comment in a long sentence. Hiiiiiihihihih!

  2. aku ga suka kopi apalagi kalo yang pahit
    tapi kalo ngomongin pahit yang bermanfaat aku lebih milih jamu rebus traditional yang pahitnya pasti ngalahin kopi
    xixixixi

    btw, itu proses bikin kopinya liat tabung2 itu kok berasa kek di laboratorium kimia ya hahahaha

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s