Bermain Undur-Undur

Kawah UNDUR UNDUR.

Ratusan kawah UNDUR UNDUR.

Siapa yang pernah melihat bentuk kawah beginian di tanah? Anak kampung atau anak jaman jebot atau anak yang rumah orang tuanya masih berbentuk panggung dan tanah di sekelilingnya, pasti pernah melihat bentuk beginian. Yang pasti, bentuk beginian tidak akan ditemukan di perumahan-perumahan kota Jakarta. Bahkan, mungkin, di perkampungan pun sudah jarang. Mengapa sebab? Banyak rumah panggung di kampung sudah berubah bentuk, mengikuti jaman, yaitu berlantai keramik dan bertembok bata. Kecuali sangat kampung sekali, seperti beberapa rumah di kaki Gunung Malang. Tidak semuanya sudah modern. Sebagian masih berbentuk panggung.

Ini adalah bentuk kawah sarang UNDUR-UNDUR. Salah satu mainan jaman saya SD. Cara bermainnya gampang. Pertama, cari sarang UNDUR UNDUR paling besar. Kemudian tiup pelan-pelan sampai tanah halusnya tersingkap dan UNDUR UNDUR pun akan nampak. Setelah itu, ambil UNDUR-UNDURnya dan siap diadu dengan UNDUR UNDUR teman. Kedua, kalau sudah dapat UNDUR UNDUR, tinggal cemplungin saja ke sarang lainnya. Mereka akan berantem dan kita semua menontonnya.

Sesederhana itu cara bermainnya. Aturannya juga sederhana. Tidak boleh mengeruk sarang UNDUR UNDUR untuk mendapatkannya. Semuanya harus meniup sarang sampai UNDUR UNDUR terlihat. Hati-hati kelilipan tanah yak!

Gimana? Terbayang kan sesederhana itu permainan anak jaman dulu, khusus anak kampung, khusus anak di kaki Gunung Malang. Bagaimana dengan kalian? Sekampung itukah dulu?:p

Catatan: Ternyata, UNDUR UNDUR yang biasa saya mainin waktu kecil itu berguna untuk OBAT DIABETES ALAMI dan mampu meningkatkan kerja PANKREAS dalam memproduksi insulin. UNDUR UNDUR mengandung sulfonylurea. Katanya, cara konsuminya ya ditelen begitu saja. Hmm….! Mau nyoba?

 

Kawah beginian nih biasa dihuni UNDUR UNDUR dewasa dan jagoan.

Kawah beginian nih biasa dihuni UNDUR UNDUR dewasa dan jagoan.

Nah, ini menara pengawas apaan yak!

Nah, ini menara pengawas apaan yak!

“sonofmountmalang”

About these ads

9 thoughts on “Bermain Undur-Undur

  1. Mainan jaman kecil dulu nih, cuma kalau di daerahku dulu buat dapatin undur-undurnya bukan dengan cara meniup pasir di sarangnya. Biasanya dipancing pakai rumput yang digoyangin pelan-pelan di sarangnya itu. Kalau udah dapat . . . ya sama diadu juga :D

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s