Surat Cinta untuk Virgillyan Ranting Areythuza (4)

"dari satu minggu ke satu tahun."

“dari satu minggu ke satu tahun.”

Berapa waktu yang sudah aku habiskan bersamamu, Ran?
1 tahun
12 bulan
52 minggu
365 hari
8.760 jam
525.600 menit
31.536.000 detik
Akan ada jutaan detik lainnya yang akan kita habisi. Sampai hidupku benar-benar terhenti di satu titik, akhir perjalanan di duniawi. Semua waktu tidak akan pernah terasa, Ran. Seperti 31.536.000 detik yang kita jelajahi.
Melihatmu pertama kalinya menangis kencang dan aku tertawa girang. Tegang bukan kepalang ketika asi ibumu kering kerontang. Hari itu aku berlari kencang di terik siang, naek ojek sih, menuju rumah Laluna, demi sebotol ASIP, untukmu yang mulai kehausan.
Beberapa jam berikutnya, banyak bantuan ASIP yang ditawarkan. Kita semua senang, dan kamu, Ran, ada banyak saudara sepersusuan. Terima kasih, ketika itu, untuk semua bantuan.
Lalu, kita semua, selanjutnya berjuang. Supaya kamu, Ran, mendapatkan ASI untuk semakin tumbuh berkembang. Segala jenis jus untuk ibumu dibuatkan. Segala sayuran dimakan. Segala ramuan penyubur ASI ditelan. Sampai obat-obatan perangsang ASI pun dijejalkan. Ibumu sudah segalanya dimakan, untukmu, tersayang. Dan, semangat terus aku berikan, agar ASI ibumu mengalir kencang.
Kami berdua, Ran, tidak pernah menyerah. Tidak pernah berpasrah. Hingga ASI untukmu meruah-ruah. Asupanmu mewah.
Seru, Ran. Bisa melihatmu tumbuh. Tanpa sangat terasa.
Dari tak berdaya digendong, di ranjang, dimandiin. Mulai berguling ke kiri dan ke kanan ranjang. Jatuh dua kali dari ranjang. Demam hingga 39,8 derajatan. Berkicau tidak karuan. Belajar duduk dengan bantuan. Enam bulan mulai makan. Kita berdua sibuk mencari menu untukmu, Ran, sarapan, makan siang dan makan malam. Rasanya, bisa melihatmu mengunyah, tak bisa terbayarkan. Saat itu, aku mulai kehabisan kata-kata untuk dituliskan, satu rasa di luar batas kata menyenangkan.
Di waktu 31.536.000 detik itu, aku juga melihatmu merangkak cepat. Merambat cepat. Merayap dari anak tangga ke anak tangga, bahkan sampai ke puncak. Aw! Kamu semakin hebat. Semakin banyak gerak. Digendong pun semakin berontak. Kamu semakin tahu makanan enak, minuman enak dan tahu caranya menolak.
Kini, di titik 31.536.000 detik, aku sudah melihat banyak hal, belajar banyak hal, untuk bisa aku tuangkan dalam halaman demi halaman, hingga menjadi sebuku tebal.
31.536.000 detik, Virgillyan Ranting Areythuza, hanyalah sebuah awal yang sangat permulaan.
Kita masih ada detikan tak terhingga untuk melakukan petualangan, seperti yang aku bilang, sampai hidupku terhentik di satu detik terakhir.

Selamat ulang tahun yang pertama, Virgillyan Ranting Areythuza!

Jadilah penjelajah!

"Virgillyan Ranting Areythuza"

“Virgillyan Ranting Areythuza”

26 Maret 2015

“sonofmountmalang”

samsung project (28) pindah agama di gereja blenduk

gereja blenduk

gereja blenduk. semarang

Ke Semarang, belum lengkap kalau  belum berdoa dan pindah agama di Gereja Blenduk. Salah satu gereja tertua di Jawa Tengah peninggalan jaman Walana. Mungkin sudah banyak orang membaca lebih jelas tentang gereja ini, jadi saya tidak akan nulis panjang-panjang. Saya hanya menuliskan pengalaman di mana saya akhirnya bisa pindah agama ke Kristen Protestan dan berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus.

Di dalam itu hanya ada saya, gema dari napas dan bisik-bisik batin yang mengucap doa.

“Ya, Tuhan. Berikan aku jodoh orang Semarang, yang seksi, cantik, bertete besar, kaya raya banget, baik hati dan punya rumah jadul jaman belanda. Amin!”

Doa yang aneh….!

“sonofmountmalang”

samsung project (27) kolesterol memuncak

Segala jenis kambing!
Segala jenis kambing!
Sabtu & Minggu, kepala saya terasa seperti dijejali oleh batu kali dan pusingnya kaya ditoyor-toyor abang-abang tukang bangunan pake adukan semen. Tidak karuanlah pokoknya.
Cerita punya cerita. Rupanya, sodara-sodara! Hari Jumat saya pesta KAMBING 29 di Kota Tua Semarang! Astajim banget sih tuh kambing. Siang siang bolong, makan SATE KAMBING, SATE BUNTEL, GULAI dan SUMSUM. Wak waaaww!
Bijimana mau sehat sih yah! Makannya kacau balau.
Hari Minggu malam pun akhirnya saya berikrar, SAYA TIDAK AKAN MAKAN KAMBING LAGI!
Semoga ikrar ini berlaku tanpa ada syarat dan ketentuan. Hahahah! Semoga ya. Bantu saya untuk tidak terlena dengan daging kambing mana pun. Kecuali kambing muda yang nggak ada kolesnya. Halah! Sama aja yak! Ya begitulah intinya.
Intinya kambing itu ENAAKKK! Hahhaha! Ayo, siapa mau ke Semarang, jangan lupa makan KAMBING 29 sampai kalian INSAP!

“sonofmountmalang”

samsung project (26) sophie authentique

"Long Black"

“Long Black”

Kalian mau makan apa di Cipete Raya?

Makanan Sunda? Ada!

Warteg? Ada!

Restoran Padang? Banyak!

Junkfood? Ada!

Ayam sehat? Ada!

Mie ayam? Ada banyak!

Tempat ngopi? Adaaa!

Kalian bisa menemukan apa pun di sini, di Jalan Cipete Raya. Dan, beruntungnya, kalian akan saya hadirkan berbagai jenis makanana di sepanjang jalan ini, baik yang ada siang mau pun malam.

Satu per satu ya akan saya buka tabir makanan di Cipete Raya.

Kali ini ada sophie authentique, salah satu tempat yang baru berdiri untuk sarapan pagi dan ngopi siang atau pun sore. Tempatnya unik, nyaman dan bule bangetlah. Secara yang punya bule kayanya yak dan buat kalian yang doyan bule, coba ngecengnya di sini.

Yuk!

“sonofmountmalang”

samsung project (25) mencapai kedamaian pikiran

20150310_150709-2

Jakarta semakin menggila. Jalanan sudah bisa dibilang belantara rimba, kota tanpa tata aturan. Siapa pun boleh menyerobot siapa. Kalau sudah begini, perut kenyang pun tidak akan membantu. Namun mungkin asupan nutrisi untuk pikiran merupakan pilihan terbaik, agar seberantakan apa pun jalanan Jakarta, jika pikiran diberikan makanan serupa kedamaian, percayalah apa yang dikatakan saya, HALAH!, kita bisa menikmatinya.

Untuk memberi asupan nutrisi kepada pikiran, cobalah untuk hidup dan tumbuh dengan sesuatu yang hijau dan sesuatu yang mengalir. Energi baik akan secara perlahan menutupi energi buruh yang ada di pikiran kita. Hiyaahh! Kaya apaan aja postingan guweehhh!

20150310_150721-2“sonofmountmalang”

Synchronize Itu Norak!

Beberapa hari lalu ada yang bikin status nyinyir di facebook. Kurang lebih maknanya begini.

“Orang yang suka meng-synchronize sosial media itu NORAK! Nggak ngerti sosmed! Emangnya gue perlu tau loe maen sosial media lain? Apa semua orang perlu tau loe posting di instagram terus keluar di facebook dan bla bla bla….”

Intinya orang ini ngomel soal synchronize di sosial media.

Biar saya luruskan ya. Meskipun tidak lurus-lurus amat sih. Saya bukan penggila atau pun aktivis sosmed. Saya cuma pengguna sosmed ala kadarnya. Nggak kaya orang sampe jotos-jotosan juga sih gara-gara sosmed. Nggak sebegitunya. Dan saya suka synchronize path ke wordpress, ke twitter, ke tumblr, ke facebook dan tidak ke foursquare atau pun email.

Kemudian, saya juga suka synchronize wordpress ke twitter, ke path, ke facebook, linkedin dan kalau ada tumblr atau pinterest, akan saya synchronize jugalah sekalian.

Lalu ada instagram yang bisa synchronize ke facebook, tumblr, twitter, flickr dan foursquare.

Ada juga flickr yang bisa synchronize ke twitter, facebook, tumblr dan lainnya. Kebetulan saya jarang main di flickr. Jadi jarang synchronize ke flickr

Lainnya lagi ada pinterest. Sayangnya, pinterest tidak bisa synchronize atau pun di-synchronize dari sosial media lain.

Dan ada ribuan sosial media lainnya yang bisa synchronize ke sosial media lainnya. Mulai dari games, apps a to z sampai website pribadi.

So, kenapa sih harus synchronize?

Tidak harus sih. Pertanyaannya, emangnya temen saya, temen kalian cuma di wordpress doank. Pertanyaan, memangnya semua main wordpress? Atau semuanya main instagram? Atau semuanya main tumblr. Tidak kan?

Kalau istilah kasar dari temen saya yang temennya ada di mana-mana dan beda genre serta beda status sosial,”EMANGNYA TEMEN GUE CUMA LO DOANK, SETANNN!!?”

“Iya sih…!”

Jadi, itulah fungsi synchronize. Supaya saling terkoneksi di waktu yang bersamaan seketika kita posting sesuatu. Biar yang tahu tidak hanya serentetan orang di satu jenis sosial media. Lha? Bersosmed tapi orang lain nggak boleh tahu, ya udah loe hidup di dunia tanpa sosmed aja kelesssss!

Bukannya mau nyombong, tetapi begitulah hidup di era sosial media, ketika pertemuan di dunia nyata sangat susah dengan semua teman dan tidak mungkin bisa dilakukan. Apalagi sekarang kita hidup di dunia sharing dan waktu makin sulit membuat kita mobile secara cepat, dan semakin terlihat kan fungsi synchronize. Semoga aja guna sih. #maksabiarsejutusynchronize:))!!

Eh, ini hanya opini saya saja lho ya. Kalau ada yang tersinggung, ya terserah. Itu urusan kalian masing-masing. Hihihih!

Sekarang, ayo ngaku, siapa yang synchronize satu jenis sosmed ke sosmed lainnya? Pasti nggak ada kan. Jangan jangan cuma gue doank. Hahahahah!

Tidak usah merasa aneh lah. Karena itulah fungsinya synchronize diciptakan oleh orang barat sana. Tidak suka, jangan di-follow. Simpel ya hidup di dunia ini. Ngapain dibawa repot sih ah.

*Tulisan ini akan di- synchronize ke facebook, twitter, path, instagram, flickr, tumblr, linkedin dan… ya saya cuma maen sosmed jenis beginian doank. Kalau perlu, Synchronize ke hatimu!

“sonofmountmalang”