Synchronize Itu Norak!

Beberapa hari lalu ada yang bikin status nyinyir di facebook. Kurang lebih maknanya begini.

“Orang yang suka meng-synchronize sosial media itu NORAK! Nggak ngerti sosmed! Emangnya gue perlu tau loe maen sosial media lain? Apa semua orang perlu tau loe posting di instagram terus keluar di facebook dan bla bla bla….”

Intinya orang ini ngomel soal synchronize di sosial media.

Biar saya luruskan ya. Meskipun tidak lurus-lurus amat sih. Saya bukan penggila atau pun aktivis sosmed. Saya cuma pengguna sosmed ala kadarnya. Nggak kaya orang sampe jotos-jotosan juga sih gara-gara sosmed. Nggak sebegitunya. Dan saya suka synchronize path ke wordpress, ke twitter, ke tumblr, ke facebook dan tidak ke foursquare atau pun email.

Kemudian, saya juga suka synchronize wordpress ke twitter, ke path, ke facebook, linkedin dan kalau ada tumblr atau pinterest, akan saya synchronize jugalah sekalian.

Lalu ada instagram yang bisa synchronize ke facebook, tumblr, twitter, flickr dan foursquare.

Ada juga flickr yang bisa synchronize ke twitter, facebook, tumblr dan lainnya. Kebetulan saya jarang main di flickr. Jadi jarang synchronize ke flickr

Lainnya lagi ada pinterest. Sayangnya, pinterest tidak bisa synchronize atau pun di-synchronize dari sosial media lain.

Dan ada ribuan sosial media lainnya yang bisa synchronize ke sosial media lainnya. Mulai dari games, apps a to z sampai website pribadi.

So, kenapa sih harus synchronize?

Tidak harus sih. Pertanyaannya, emangnya temen saya, temen kalian cuma di wordpress doank. Pertanyaan, memangnya semua main wordpress? Atau semuanya main instagram? Atau semuanya main tumblr. Tidak kan?

Kalau istilah kasar dari temen saya yang temennya ada di mana-mana dan beda genre serta beda status sosial,”EMANGNYA TEMEN GUE CUMA LO DOANK, SETANNN!!?”

“Iya sih…!”

Jadi, itulah fungsi synchronize. Supaya saling terkoneksi di waktu yang bersamaan seketika kita posting sesuatu. Biar yang tahu tidak hanya serentetan orang di satu jenis sosial media. Lha? Bersosmed tapi orang lain nggak boleh tahu, ya udah loe hidup di dunia tanpa sosmed aja kelesssss!

Bukannya mau nyombong, tetapi begitulah hidup di era sosial media, ketika pertemuan di dunia nyata sangat susah dengan semua teman dan tidak mungkin bisa dilakukan. Apalagi sekarang kita hidup di dunia sharing dan waktu makin sulit membuat kita mobile secara cepat, dan semakin terlihat kan fungsi synchronize. Semoga aja guna sih. #maksabiarsejutusynchronize:))!!

Eh, ini hanya opini saya saja lho ya. Kalau ada yang tersinggung, ya terserah. Itu urusan kalian masing-masing. Hihihih!

Sekarang, ayo ngaku, siapa yang synchronize satu jenis sosmed ke sosmed lainnya? Pasti nggak ada kan. Jangan jangan cuma gue doank. Hahahahah!

Tidak usah merasa aneh lah. Karena itulah fungsinya synchronize diciptakan oleh orang barat sana. Tidak suka, jangan di-follow. Simpel ya hidup di dunia ini. Ngapain dibawa repot sih ah.

*Tulisan ini akan di- synchronize ke facebook, twitter, path, instagram, flickr, tumblr, linkedin dan… ya saya cuma maen sosmed jenis beginian doank. Kalau perlu, Synchronize ke hatimu!

“sonofmountmalang”

Paviliun 28. Bar Jamu. Suwe Ora Jamu

Paviliun 28

Paviliun 28. Bar Jamu. Suwe Ora Jamu

Banyak tempat nongkrong, bergaul, ngobrol dan makan dan sejenisnya di Jakarta. Banyak yang hanya mencari keunikan tempatnya, sementara makanannya super biasa. Banyak juga yang mencari keenakan makanannya dan tempatnya biasa. Banyak yang mencari tempat makannya berbeda dan makanannya enak-enak.

Orang kita itu memang suka sekali mencari sensasi tempat. Semakin unik semakin menarik.

Mau yang unik, berbeda dan bosan dengan nuanasa kekopi-kopian? Cobalah mampir ke sebuah tempat rahasia di Jakarta Selatan. Di tempat ini, kalian bisa menikmati makanan enak sambil nonton minibioskop. Bisa melihat mini workshop atau pameran tentang kreatifitas. Bisa sewa ruangan mini bioskopnya untuk nonton bareng.

Suasananya enak. Santai. Live music dan atmosphere kreatif memenuhi ruangan. Dan kalau kebetulan pemilikinya, Eugene Panji, yang sang sutradara iklan kawakan sedang ada di tempat, mungkin kalian bisa berdiskusi panjang tentang kreatifitas atau film atau movement atau traveling atau apa saja.

Salah satu movement yang dibuat sang pemilik. Mungkin akan ada movement lainnya yang menginspirasi atau mengubah persepsi kita tentang Jakarta.

Mau coba?

 

Yuk! Mampir ke

Paviliun 28.

JALAN PETOGOGAN NO.25

GANDARIA UTARA

 

“sonofmountmalang”

 

samsung project (24) perjalanan berkabut

Puncak-10Sudah pernahkah kalian berdiam diri di tengah kabut yang begitu tebal hingga tidak bisa melihat apa yang ada di sekitar? Pernahkah kalian melakukan sebuah perjalanan panjang dengan kabut tebal depan? Pernahkah kalian berduaan saling kehilangan di tengah pekatnya-putih kabut dan saling mencari? Pernahkah kalian menahan nikmatnya dingin penuh kabut menyelimuti tubuh?

Atau.

Maukah kalian merasakan berada di kabut setebal dan lantas tersesat di sebuah gubuk tua, di mana di dalamnya ada perapian kecil menyala dan teko berisi kopi atau teh sedang di godok di atasnya, lalu singkong atau rubi kukus baru saja diangkat dari kukusan, dan yang menyajikannya adalah seorang bidadari keturunan langit ketujuh baru saja turun untuk memberikan rasa hangat?

Bagaimana?

Pernahkah?

Seperti apa rasanya?

 

 

 

Puncak-14

Puncak-13

“sonofmountmalang”

selamat ulang bulan ke 10 mas bro!

Ranting di Ancol-41

Virgillyan Ranting Areythuza

Pertama kali mengajak SI BOLANG ANAK KOTA, Virgillyan Ranting Areythuza, di hari ulang bulan yang ke 10 pergi ke pantai. Meskipun bukan pantai berpasir putih dan berair biru, namun sepertinya cukup membuatnya bahagia sampai over dosis. Padahal niatnya juga, akan mencelupkan dirinya pertama kali ke laut itu maunya laut Bali. Berhubung supaya tidak norak nanti pas ke Bali, maka belajar di pantai yang dekat dulu saja, ANCOOOOLLL. Hihihih!

Sekaligus kado ulang tahun ke 10 bulan yah. Haks! Murahan sekali kadonya, tapi kalian tahu kan lah, hal-hal seperti begini lebih berharga daripada pergi ke mall dan masuk ke toko mainan.

Selamat ulang bulan yang ke sepuluh buat si bolang anak kota!

Ranting di Ancol-62

Main air yuk!

 

“sonofmountmalang”

imajinasi; membeli bukit

_MG_2753Yes!

Saya membeli tanah sebukit di belakang saya memotret. Bukit ini langsung menghadap ke pemandangan luar biasa, yaitu Gunung Gede – Pangrango dan Gunung Salak di sebelah kiri arah barat yang kebetulan sih tidak ter-capture. Di bukit ini, saya akan membangun rumah panggung dari kayu, kolam renang kecil, kolam ikan dan berbagai jenis bunga mengelilingi halaman rumah.

Karena udara di sini dingin, saya juga akan menanam teh memenuhi bukit dan menanam kopi. Di tengah kebun kopi akan saya bangun tempat pengolahan kopi tradisional dan membebaskan teman saya dari Jakarta atau pun dari luar Indonesia untuk mencicipi kopi secara gratis. Begitu juga dengan perkebunan tehnya. Saya gratiskan untuk kalian semua.

Nanti, kalau sudah jadi rumah panggungnya, kalian boleh menginap ya. GRATIS!

Sekian khayalan siang jelang sore yang dipenuhi hujan.

“sonofmountmalang”

Virgillyan Ranting Areythuza di Wihara

Virgillyan RANTING Areythuza di Wihara Gayatri -  Depok.

Virgillyan RANTING Areythuza di Wihara Gayatri – Depok.

Di mana ada perayaan hari besar, di situlah saya dan Ranting ikut merayakan.

Setelah merayakan Natal, kali ini bersiap-siap menyambut Tahun Baru Imlek dengan berdoa kepada Dewa Dewi di Wihara. Meskipun tidak tahu secara detail jampi-jampi khusus kepada Dewa-Dewi, tapi semestinya ya itu Dewa bisa mengerti tujuan siapa pun yang datang dan berdoa di wihara. Gitu nggak sih. Mungkin.

Ini merupakan salah satu Wihara di dekat rumah yang sering saya kunjungi dan kali ini membawa Ranting. Selain mengenalkannya pada hal-hal baru, juga mengenalkan bahwa agama atau pun kepercayaan di dunia ini tidak hanya satu, dan kelak jika ia sudah besar, ia bebas menentukan pilihannya. Meskipun juga ada anggapan, bahwa dia masih kecil. Well, justru bagi saya, sedini mungkin itu lebih baik dan tahu dari orang tuanya lebih baik juga dari pada tahu dari orang lain. Tidak ada salahnya, kan ya. Hmmm…!

Kapan waktu diajak ke masjid atau pura yuk!

*siap siap beli tiket ke Bali*

“sonofmountmalang”