Kemping ala ala di Ciwidey Valley

ciwidey-valley14

Paling seru itu kemping yang bukan ala-ala. Alias kemping beneran di tengah hutan, di atas gunung, di samping situ atau danau belantara, di sisi sungai berbatu dan di tempat di mana sangat jauh dari hiruk pikuk jalanan dan kebisingan kota serta manusia. Namun juga ada kalanya, kita terlalu malas untuk kemping serius karena harus masak sendiri, pasang tenda sendiri, mandi air dingin dan sebagainya. Dan kalau lagi malas, carinya ya tempat kemping yang menyediakan semua fasilitas, sementara kita tinggal santai-santai manis dan menikmati semuanya.

Makanya saya coba Ciwidey Valley Resort dengan harga 850 ribu/malam, dapat sarapan pagi dan tersedia restoran tinggal telepon atau kalau mau makan ya tinggal keluar Jalan Raya Ciwidey. Mau makan apa saja atau beli apa saja ada. Tapi ya itu, jadi nggak ada seninya. Terasa tidak kemping. Terlebih lagi, posisi tempat kempingnya persis tidak jauh dari Jalan Raya Ciwidey pas tanjakan, jadinya kalau malam, yang harusnya kita menikmati suasana khidmat kemping pun sedikit terganggu dengan ngedennya suara kendaraan dan ngegasnya suara knalpot motor di tanjakkan.

Buat yang nggak terbiasa bising dan ingin menikmati kemping sunyi, kayanya kurang mantap nih. Tapi kalau buat kemping ala-ala, masih sah-sah saja sih untuk bisa menikmati kemping bersama keluarga atau pasangan cabul Anda.

Silakan. Nextnya kita di Ranca Upas aja yuk!

20161022_172645_richtonehdr-01ciwidey-valley05ciwidey-valley08ciwidey-valley09ciwidey-valley13ciwidey-valley15ciwidey-valley20ciwidey-valley25ciwidey-valley27

“sonofmountmalang”

Kota Seribu Curug

gunung-bunder100

Ya astagaaaa! Hampir lima tahun saya tidak nulis blog. Maafkan saya ya BLOOGG! Bukan niat saya menganggurkanmuuu, tapi aku sibuuuk bangett nyari uang buat membeli satu pulau di KEPULAUAN KARIBIAN! Hah!

Nah, demi menebus ketidak-blog-an saya selama bertahun-tahun, saya posting dengan tema “KOTA SERIBU CURUG!”

Kota apalagi kalau bukan Kota Hujan. Entah siapa yang sesuka-sukanya menjuluki Kota Hujan dengan Kota Seribu Curug. Namun setuju atau tidak, ya sudahlah terima saja dan coba iseng-iseng ke beberapa hutan di sekitaran Bogor. Dan anyway, Bogor itu luaaassss banget. Kalian keliling Bogor sebogor-bogornya tidak akan habis sebulan. Tidak percaya, coba saja.

Saya hanya iseng jalan santai ke Gunung Bunder dan beneran ya banyak banget curugnya, yang meskipun sebenarya di mana ada perbukitan dan sungai mengalir maka di situlah akan ada curug demi curug.

Ah, daripada banyak omong, cobalah kalian iseng ke Gunung Bunder – Taman Nasioan Gunung Salak Halimun, di mana kalian bisa mandi dari satu curug ke curug lainnya dan tentu bisa kemping!

Silakan! Ayo kita ngeblog lagiii!

 

gunung-bunder142gunung-bunder131gunung-bunder120gunung-bunder112gunung-bunder109gunung-bunder107gunung-bunder106gunung-bunder99gunung-bunder89gunung-bunder84gunung-bunder77gunung-bunder61gunung-bunder56gunung-bunder53gunung-bunder49gunung-bunder46gunung-bunder45gunung-bunder38gunung-bunder35

“sonofmountmalang”

Foto Dongeng; Mancing Ikan di Sungai

20160625_105657

Salah satu hiburan anak kampung. 

Beberapa waktu lalu, saya pernah mendongeng sebelum tidur soal memancing di sungai. Menggunakan joran super sensitif, benang pancing setipis helai rambut dan kail ukuran paling kecil. Ikan yang didapat pun ikan kecil-kecil. Paling besar ikan lele, mujair atau gabus. Sisanya ikan-ikan kecil yang ada di sungai.

Kenapa jorannya harus kecil dan super sensitif? Karena ikan-ikan yang nyangkut ke kail pun kecil, jadi getarannya sangat halus. Kalau jorannya besar, susah sekali perasaan untuk merasa-rasakan ada getaran.

Nah, ini waktu saya ke kaki Gunung Malang dan kebetulan anak-anak di sana masih hobi memancing.

20160625_110757

Siapa bilang di kali segede gini nggak ada ikannya:P

20160625_124429

Nah, ini LASUN nih si pemakan ayam. Larinya cepat dan nggak bisa ditangkap kamera pun.

20160625_111147

Dapat juga tuh ikannya. Ikan mini. Lebih kecil dari kelingking anak-anak itu sendiri.

20160625_111006

Yang kecil cukup nonton ajah yah!

20160625_110825

Banyak spot untuk memancing. Kuncinya satu: SABARRRR!

“sonofmountmalang”

imajinasi; sibuk bertani

IMG_6766

Pertanian di kaki Gede – Pangrango, Cibodas.

Lama tidak blogging. Saya sibuk bertani. Sibuk menanam padi. Sibuk menanam brokoli. Sibuk menanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan dan mengurusin puluhan hektar tanah di perbukitan di kaki Gunung Gede – Pangrango. Saya sibuk bangun pagi, pergi ke ladang, mengurus tanaman dari hektar ke hektar. Sibuk duduk di depan saung sambil menikmati senja dan suara keciak sore. Sibuk panen dan sibuk menjualnya ke pasar. Saya sibuk bermain di air sungai, memancing di sungai dan sibuk menikmati bisingnya sungai serta suara-suara di kaki hutan. Sampai-sampai, segala kesibukan itu membuat saya lupa dunia maya dan lupa bagaimana caranya menulis di blog atau pun bersosial media. Karena, bersosial dengan alam jauh lebih menyenangkan, ternyata ya.

Sekian, khayalan kali ini. Ayo, kita ngayal lagi.

IMG_6765

Sungai jernih berair dingin, mengalir dari hutan Gede – Pangrango melintasi pertanian.

IMG_6762

Pengen punya rumah di sisi sungai ini.

“sonofmountmalang”

samsung project (41) ngegelinding ajah!

20160506_072402_Richtone(HDR)

Mau ke mana liburan panjang kali ini?

Banyak sekali jawabannya. Ada yang mau ke Bali. Ada yang mau ke Jogja, Semarang, Surabaya, Garut, Bandung, Bogor, Carita, Anyer, naek gunung dan segala jenis liburan lainnya, yang sudah fix lokasi dan penginapan serta tujuannya.

Kalau saya? Jawabannya, nggak tahu. Lihat mood besok saja, gimana maunya.

Tahunya, mood subuh buta membilang kalau saya harus segera memanaskan kendaraan dan biarkan roda menggelinding ke mana maunya.

Benar saja, roda menggelinding dari  Jakarta – Sukabumi – Cianjur – Padalarang – Bandung – Padalarang – Cianjur – Jakarta PP! Hasilnya, banyak berhenti, karena kebetulan jalan sendirian dan saking asiknya menikmati perjalanan nggak puguh, sampai malas memotret pakai DSLR segala. Alhasil, pakai Galaxy K Zoom. Simpel dan cepat.

Tapi, memang benar ya. Jalan-jalan, tanpa dibebani harus memotret itu, memang, jauh lebih menikmati. Kebayang kan, menikmati udara dingin saja, menikmati pemandangan yang membikin sejuk saja, itu sudah merasakan liburan paling menyenangkan. Tanpa harus juga dibebani posting atau check in di sosmed di setiap pengkolan berhenti. Cukup memarkir kendaraan. Keluar dan menikmati sampai kenyang. Melanjutkan perjalanan lagi sampai tidak tahu tujuannya apa. Aneh sih, tetapi itu nikmat sekali.

Coba, siapa yang pernah mencobanya?

20160506_064541

20160506_060154

20160506_07381220160506_07361720160506_072535_Richtone(HDR)20160506_072330_Richtone(HDR)20160506_072157_Richtone(HDR)20160506_07185320160506_06323120160506_06133920160506_055200

“sonofmountmalang”

Surat Cinta untuk Virgillyan Ranting Areythuza (6)

20160326_125505-2

26.03.2016

Dear,

 Ranting….

 Selamat ULANG TAHUN!

*sorry ya baru nulis surat, sibuk pitching:))!*

Jika saja waktu bisa diputar ulang, aku ingin sekali lagi, merasakanmu belajar guling-guling, belajar merangkak dan belajar tertatih-tatih di antara meja-meja serta kursi. Tetapi ya Ting, waktu kan terus bergerak mengikuti poros semesta apa pun yang terjadi di galaksi ini, jadi aku tetap harus melihatmu terus bergerak dari usia dua detik, dua menit, dua jam, dua minggu, dua bulan dan seketika sudah dua tahun.

Dua tahun, Ting! Dua tahun! Kalau pacaran itu sudah berada di titik jenuh, atau jelang serius bicara nikah atau bubaran. Sementara, bersamamu ya, Ting, dua tahun hanyalah TITIK NOL, titik di mana semuanya hanyalah permulaan. Permulaan untuk segala hal. Saking permulaannya, kadang, aku butuh waktu untuk menerjemahkan keinginan dari bahasa absurdmu. Bahasa paling susah yang bisa aku duga-duga terjemahkan menjadi sebuah makna. Kadang salah memaknai, kadang pas, kadang jauh banget dari makna yang ingin kamu sampaikan dan kadang butuh mikir, well sorry ya mas bro. Akan ada saatnya ketika kita bisa saling bicara juga, bisa saling diam. Banyak hal alasannya, aku pernah menjadi anak dari seorang bapak dan tidak selamanya hubungan seperti sepasang ABG jatuh cinta di minggu pertama. Tapi kita nggak akan seperti itu kan ya, Ting. Ya ya ya! Janji ya! Aku janji deh ya.

Ngomong-ngomong, dua tahun sudah bisa apa ya, Ting? Banyak banget ya. Sudah tidak bisa dihitung. Tenang, masih banyak keseruan yang akan kita lakukan, karena kita harus terus bergerak menyelaraskan seiring jalannya waktu dan gerak galaksi.

Dua tahun, untuku dan untukmu, hanyalah sebagian permulaan dari sekian permulaan.

Selamat ulang tahun, ke dua, Virgillyan Ranting Areythuza! I LOVE YOU TO THE MOON AND BACK!

20160403_111653-2

Jadilah PENJELAJAH!

“Raka, Sahabatmu!”

Balik Jungkir Kita Hidup

20160324_100735-01

Hidup untuk apa? Mungkin pertanyaan klise, tetapi mengganggu saya. Sampai-sampai, harus jungkir balik, banting tulang, banting kancut, banting kutang dan banting-banting aja semua. Demi apa?

Demi apa ya?

Demi anak istri? Demi secangkir kopi? Demi bisa liburan kemudian menulis di blog? Demi nongkrong? Demi membayar bensin bulanan? Demi belanja bulanan? Demi beli kopi? Demi cicilan? Demi masa depan?

Demi apa sih?

Saya tidak menemukan jawabannya. Mungkin terlalu banyak demi, sampai lupa mengisi blog, menulis dan hura-hura seru lainnya.

Padahal, bilang saja, sudah lama tidak ngeblog, lalu bingung menulis apa. Haaaaaaa!

“sonofmountmalang”