Bis 46

Setiap hari saya naik bis 46. Jurusan Kampung Rambutan – Grogol. Naik di Pancoran menuju lampu merah Kuningan. Setiap kesempatan itu pula saya selalu bertemu dengan seorang perempuan berambut coklat, bermata bulat, warna kulit kuning langsat dan bentuk tubuhnya begitu dahsyat!

Dia seringkali mengenakan rok, membuat betis bening seperti kaca mampu membuai mata. Dia cantik dan manis. Bibirnya selalu dilapisi pelembab. Membuatnya basah, licin dan seksi.

Namun, sesering apa pun kami berdua duduk berhadap-hadapan, berdampingan atau pun berdiri berpunggungan, bahkan bersampingan dengan berpegangan pada satu tali yang sama, dialog sepotong kata pun tak pernah terjadi.

Sampai akhirnya saya tidak pernah bertemu dengan perempuan itu lagi di satu bis. Meskipun pernah terlintas di kepala ini untuk bisa melihatnya kembali dan menyapanya. Bahkan pernah terlintas juga untuk menunggu di lampu merah Pancoran, kemudian menaiki bis dimana ia duduk atau berdiri di dalamnya. Sayang, yang ditunggu tidak pernah muncul lagi di bis 46, jurusan Kampung Rambutan – Grogol.

Baru setelah sebulan kemudian, saya melihat perempuan itu di lampu merah Pancoran ketika gerimis tipis menyapa. Dia berada di dalam mobil sedan warna merah. Duduk di depan bersama seorang pria. Bercanda ria sambil menyantap potongan roti. Kemudian dia memberikan sepotong roti ke mulut pria di sebelahnya. Mereka sangat romantis. Melakukannya saat Jakarta dilanda gerimis.

Tidak lama kemudian, lampu merah berganti hijau. Sedan waran merah pun berlalu. Begitu pun dengan perempuan itu.

::sonofmountmalang::

2 thoughts on “Bis 46

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s