“Antara hujan dan tidak”

Langit Jakarta pagi ini terbagi menjadi dua. Belahan selatan membiru. Belahan utara menghitam. Aku berdiri di tengahnya. Mencium bau hujan yang ditebarkan angin dari utara. Merasakan sentuhan matahari yang mencolok mata. Pagi yang sempurna untuk menyeduh kopi, membakar roti, lalu duduk di balkon sambil menuliskan sebuah prosa sederhana.

Antara hujan dan tidak

“sonofmountmalang”

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s