Bulan Purnama

Suatu malam ibuku bilang, “Di bulan ada kehidupan.”
“Siapa yang tinggal di sana?”
“Nenek tua dan seekor kelinci.”

Semenjak itu, setiap kali bulan purnama datang, aku selalu duduk di atap. Melihat bulan purnama,  menunggu nenek tua dan kelincinya bermain di bulan.

Sampai sekarang, aku masih sering duduk di atap rumah ketika bulan purnama muncul. Bukan lagi menunggu nenek tua dan kelincinya bermain, melainkan menikmati satu sudut kedamaian.

::sonofmountmalang::

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s