@Kopitiam Oey

@Kopitiam Oey


Para terapis bilang, tubuh kita atau tepatnya jiwa kita memiliki banyak bagian atau part atau lebih umum disebut EGO. Ego ini memiliki peranan penting dalam menyetir tubuh kita. Sederhananya, kalau dianalogikan, di dalam tubuh kita, terdapat banyak Sosok asing, masing-masing Sosok memiliki wilayah kekuasaan sendiri, masing-masing memiliki kekuatan, kelemahan dan kelebihan. Kita bisa menguasai Sosok-Sosok asing di dalam tubuh kita atau kita bisa juga dikuasai oleh Sosok-Sosok di tubuh kita ini tanpa disadari sama sekali. Mereka ini bisa perlahan menancapkan akar kekuasaannya di segala sendi kehidupan.

~

Rumit ya.

~

Untuk memudahkannya, biasanya, di dunia terapis, mereka memberikan nama untuk masing-masing EGO atau PART atau SOSOK ini. Tujuannya agar lebih mudah dikenali dan bisa diajak ngobrol saat kita melakukan relaksasi.

Kenapa diajak ngobrol?

Dengan mengobrol, kita jadi tahu lebih dalam Si Sosok ini. Setelah mengenal lebih dekat, kita tahu kelemahannya apa, kelebihannya apa. Kalau sudah kenal, kita bisa dengan mudah mengendalikannya. Kapan saat yang tepat untuk masing-masing Sosok ini berkuasa dan tidak berkuasa.

~

Kita bisa mengendalikannya dengan mudah.

~

Sebagai contoh, saya memiliki banyak sekali PART, EGO atau SOSOK di dalam tubuh saya. Ada Si Tukang Ngopi, Si Tukang Nulis, Si Tukang Ngeteh, Si Tukang Belanja, Si Tukang Nongkrong, Si Tukang Hura-Hura, Si Tukang Baca, Si Tukang Ngeblog, Si Tukang Banci, Si Tukang Ngobrol, Si Tukang Gosip, Si Tukang Kerja, Si Tukang Olah Raga, Si Tukang Nabung, Si Tukang Tidur, Si Tukang Ibadah dan banyak lagi Sosok lainnya, yang secara tidak sadar sudah menguasai sistem di tubuh saya.

Bahkan, belakangan muncul Si Tukang Twitteran dan Si Tukang BBM-an.

Tapi ingat, dari semua Sosok itu, kita harus punya satu Sosok yang paling berkuasa dan bijaksana. Untuk menemukan Sosok ini sesulit mencari jarum di tumpukan kutang.

Enaknya, kalau kita punya Sang Bijaksana, semua Sosok di tubuh bisa dikendalikan dengan mudah. Tentunya jika kita sudah mengenalnya lebih dekat dan memahami kebutuhannya Sosok-Sosok ini.

Ingat ya! Jangan pernah berkonflik dengan Sosok-Sosok ini.

Bersahabatlah.

Dekati. Ajak dia bicara baik-baik. Semua masalah pasti ada solusinya.

Segampang itu ya.

~

Eits! Tunggu dulu. Siapa bilang segampang itu?

~

Sekedar ilustrasi saja, tadi pagi saya berbicara dengan tiga Sosok di tubuh saya. Si Tukang Ngopi, Si Tukang Nulis dan Si Tukang Nabung. Masing-masing dari mereka memiliki kepentingan yang berbeda.

Si Tukang Nabung ini lagi ON FIRE. Beberapa waktu lalu ikut seminar kilatnya AidilAkbar. Dia sangat antusias. Dia langsung berkuasa. Semua taklut pada perintahnya.

Di bilang ke semua Sosok, ”Eh, sekarang gue yang berkuasa. Loe semua tunduk apa yang gue bilang.”

Semua Sosok tunduk?

Wah! Tunduk banget!

Sayangnya, dia berkuasa hanya beberapa hari saja.

Selanjutnya, semua Sosok saling tarik menarik kepentingan. Mereka mengacaukan kekuasaan Si Tukang Nabung.

Diserang banyak Sosok, Si Tukang Nabung menyerah.

Kok bisa ya menyerah?

Mungkin karena kita tidak membuat sebuah ruang pertemuan di tubuh kita. Apa fungsi ruang ini? Fungsi ruang ini untuk mengumpulkan Sosok yang saling bertikai. Mengajaknya berdialog dan mencari solusi terbaik.

Maka, saya pun mengajak ketiga Sosok itu masuk ruang pertemuan. Masing-masing dari mereka saling ngotot.

“Gue mau nabung! Tabungan berguna buat masa depan, buat liburan dan hari tua!” bentak Si Tukang Nabung

“Ahhh! Bodo deh sama nabung! Gue mau ngopi!” teriak Si Tukang Ngopi

“Gue setuju sama Si Tukang Ngopi. Di tempat ngopi itu gue bisa nulis.”

Si Tukang Nulis membelas Si Tukang Ngopi.

“Nulisnya kan nggak perlu di kafe. Ngopinya juga nggak perlu di kafe.” Si Tukang Nabung mencoba bersabar.

“Ya, nggak bisa gitu donk! Kalau bukan di kafe, berasa nggak ngopi tau!”

Si Tukang Ngopi melirik ke Si Tukang Nulis.

“Betul!” Si Tukang Nulis terus mendukung, ”Lagian duit di tabungan kan masih cukup. Ngopi kan cuma butuh uang dikit. Pasti ada deh bajet ngopi. Nggak miskin mendadak juga kan kalo ngopi. Lagian gue jadi bisa nulis banyak. Idenya pasti berlimpah ruah kalau nulis di kafe.”

“Setuju tuh!” Si Tukang Ngopi bersemangat.

Mereka terus berdebat. Si Tukang Nabung ngasih tau untungnya nabung, Si Tukang Ngopi keukeuh dengan argumennya.

“Kalau gue ngopi, gue bisa santai, bisa bikin cape ilang, stres ilang, bisa bikin yang lain nulis, bisa kenyang, bisa senang dan banyak lagi.”

Ada saja alesan Si Tukang Ngopi.

Sementara Si Tukang Nulis terus mendukung gerak-gerik Si Tukang Ngopi.

“Terserah kalian deh yah,” Si Tukang Nabung menyerah juga.

~

Si Tukang Ngopi langsung berkuasa. Dia membuat Sosok lainnya takluk. Akhirnya Si Tukang Ngopi bisa menikmati secangkir Kopitiam Oey di Sabang.

Kalau saja di ruang pertemuan itu Sang Bijaksana hadir, ngopi di Kopitiam tidak akan terjadi.  Dan, Si Tukang Nabung bisa menghemat uang sebesar 70 ribuan pagi ini.

Berhubung Sang Bijaksana tidak dipanggil, maka uang itu pun melayang.

~

Si Tukang Ngopi dan Si Tukang Nulis pun bercengkrama dengan mesra di sudut ruangan Kopitiam Oey. Mereka asik ngopi dan nulis. Sementara Si Tukang Nabung ngambek berat.

~

Itu hanya ilustrasi sederhana soal Sosok atau Ego atau Part yang ada di dalam diri kita. Semakin mengenalinya, semakin berguna mereka semua untuk kehidupan kita. Sayangnya, seperti saya ini nih, terkadang suka membiarkan Sosok-Sosok ini bertikai, berkonflik satu sama lain. Akhirnya, siapa kuat, dia berkuasa.

~

Jadi, Part manakah yang sekarang sedang menguasai diri Anda?

Hihihihihi!

 

“sonofmountmalang” 08:00 15.03.2011

 

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s