IKAN PATIN BAKAR BAMBU

Siapa yang tidak suka ikan patin tunjuk tangan? Oke. Cuma ada tiga! Sekarang, siapa yang suka ikan patin angkat kaki? Wah! Ada semiliar! Baiklah! Mari kita ulas soal ikan patin. Ikan tawar ini memiliki rasa yang enak. Tekstur daging halus dan minim duri. Tidak seperti ikan bandeng atau ikan mas. Nilai protein daging patin juga tergolong tinggi, mencapai 68,6%. Kandungan gizi lainnya adalah lemak 5,8%, abu ,5%, dan air 59,3%.  Lumayan juga ya. (Bandeng juga tinggi asam amino, cuma durinya juga buanyak!)

Ada banyak cara memasak ikan patin. Dipindang, dibumbu kuning, dipepes, dibakar digulai diapain saja, ikan patin pasti enak. Selama bumbunya pas! Namun tahukah Anda restoran ikan patin lezat di sekitaran Jakarta, Bogor atau Depok? Tidak tahu? Baiklah. Saya kasih tahu ya. Hihihihi…!

Nama tempatnya PONDOK IKAN BAKAR KALIMANTAN. Letaknya di Cimanggis. Kalau dari Jagorawi, keluar saja di Cimanggis. Tidak jauh dari pintu tol. Tinggal lurus, mentok, lalu belok kiri sekitar 10 meter. Anda pun akan sampailah di sana.

Eits! Jangan senang dulu. Akan saya kasih tahu detailnya soal rumah makan ini. Di rumah makan ini punya menu andalan. Namanya ikan patin bakar bambu. Ikan patin dibungkus daun, dimasukan ke dalam bambu hitam bersama bumbu-bumbunya. Kemudian bambunya dibakar sesukanya tukang bakar. Setelah dirasa matang, bambu dibelah. Ikan patin pun siap dihidangkan panas-panas. Rasanya jangan ditanya. Kalau Pak Bondan bilang Maknyos! Maka saya berani bilang, ikan patin bambu bakar ini rasanya MAKCROD! Dijamin air liur Anda tumpah ruah di meja makan ketika mencium wanginya.

Sekali lagi, jangan senang dulu ya. Pondok Ikan Bakar Kalimantan ini dijalankan tanpa manajer, tanpa organisasi, tanpa manajemen (tebakan saya). Hanya ada tukang bersih-bersih, tukang bakar ikan, tukang belah-belah ikan, tukang masak sayuran, tukang nganterin makanan, tukang kasir dan tukang mencatat pesanan. Eh, banyak juga ya. Iya ya. Tapi, dari sebanyak itu, jangan berharap Anda bisa datang langsung duduk. Jangan berharap juga Anda duduk, lalu dapat makanan. Jangan berharap juga kalau sudah duduk setengah jam, makanan Anda tiba. Sudah terbayang?

Karena tidak adanya manajemen yang baik, lalu lintas yang pesan, ngantri dan yang sudah duduk tidak terjaga dengan baik. Semua yang datang saat makan siang langsung ngantri di depan kasir. Di sana mereka diberikan menu. Ujung-ujungnya mereka harus menunggu orang-orang yang duduk manis di meja, sementara yang duduk manis di meja tidak juga mendapatkan makanan atau pun minuman. Padahal sudah pesan setengah jam atau sejam lalu. Terbayang kan sekarang?

Sebagai ilustrasi, hari Minggu kemaren saya makan satu keluarga besar di rumah makan ini. Saya pesan tempat dan makanan dari hari Rabu. Di kepala saya, saat saya datang, makanan sudah disiapkan. Sampai nyaris sejam, makanan baru keluar semua. Itu yang pesan empat hari sebelumnya, bayangkan yang langsung datang ke sana? Apa kata perut kita?

Tapi kalau Anda suka ngantri makanan sampai berjam-jam, silakan datang jam 12 siang, Sabtu atau Minggu. Lumayanlah untuk melatih kesabaran:p. Saran saya, jika ingin menikmati ikan patin bakar bambu tanpa harus dongkol menunggu sampai berjam-jam, datanglah jam 10-an. Dijamin masih belum begitu rame. Makanan datang secepat kilat. Kenyang dengan rasa senang, pulang dengan tenang. Dan kalau pemilik PONDOK IKAN BAKAR KALIMANTAN membaca tulisan ini, mulailah menggunakan jasa manajer atau menggunakan manajemen yang baik. Toh, itu buat kebaikan dan keuntungan kalian jugalah. Saya mah cuma ngasih uang doank, makan terus pulang. Itu pun awal bulan dan ada uang:d. 

So, Anda mau mencobanya? Silakan datang jam 10-an ya. Jangan jam 12 siang!

 “sonofmountmalang”

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s