mimpi copywriter (30) agama rotan

 

Agamamu ya agamamu. Agamaku ya agamaku. Lain masalahnya jika sudah maksa memaksakan agama. Menyebalkan melihat perilaku orang-orang seperti ini. Kalau bisa, saya musnahkanlah dari muka bumi.

Kenapa sebegitu sebalnya?

Saya sedang berdoa bersama teman saya di bawah pohon rindang. Saat sedang khusuk berdoa, datanglah dua orang membawa rotan.

“Kalian semua harus ganti agama! Kalian semua harus nyembah ini,” orang itu mengangkat tongkat rotan di tangannya.

“Ini adalah perintah. Kalau nggak ngikutin perintahnya, maka kalian berdua akan kena cambuk!”

“Tunggu dulu,” tegas saya, “Apaan nih maksudnya? Sembarangan nyuruh-nyuruh orang.”

“Kalian harus nyembah rotan,” ucap seorang pria lagi.

“Ogah! Loe aja nyembah rotan.”

“Kami sudah nyembah. Tinggal kalian berdua.”

“Nggak! Sampai mampus juga nggak bakalan!”

 Dua orang ini kesal. Satu orang mendekati saya. Satu orang lagi mendekati teman saya.

“Gue doktrin yang ini. Loe doktrin yang sana.” Orang yang berbadan tinggi besar memberikan komando.

 Kebetulan saya didoktrin sama orang yang bukan berbadan tinggi besar. Jadi saya berani melawannya.

“Rotan ini adalah agama, tuhan, yang harus disembah,” katanya sambil mengacung-ngacungkan rotan ke depan saya.

“Sial loe! Loe pikir gue manusia apaan!?” umpat saya sambil merebut rotan dari tangannya.

“Ini yang namanya Tuhan!” saya memukulkan rotan ke tanah. Orang itu mundur selangkah. Emosi saya meningkat puluhan kilometer di atas ubun-ubun. Tanpa ragu dan segan lagi, saya menghantamkan rotan ke tubuh orang itu sambil berteriak mendoktrin balik.

“Insaf loe! Kiamat udah dekat! Masih nyembah rotan juga!”

Saya mencabukinya sampai merah. Kulit tubuhnya terkelupas. Dan tubuhnya tercabik-cabik rotan yang ia sebut Tuhan.

“Rasain nih!” teriak saya sambil terus mencabukinya.

Kesal. Lega. Emosi. Napas mendengus. Dan rasa lelah bercambur ketika mengayunkan rotan ke tubuhnya. Orang itu terkulai lemas di tanah. Saya terbaring di ranjang. Melihat langit-langit kamar. Dan sadar kalau semua itu hanyalah mimpi.

 

“sonofmountmalang”

 

 

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s