Rahasia di balik Camfrog

Camfrog merupakan salah satu dari perangkat lunak yang memudahkan kita untuk berinteraksi melalui text, video streaming, audio streaming dan voip. Camfrog ini diciptakan oleh Camshare LLC di tahun 2003.

Awalnya saya tidak pernah mudeng dengan perangkat lunak satu ini. Dari namanya pun tidak mencerminkan sesuatu menarik. Apalagi melihat logonya berupa dua mata kodok. Teknologi apa lagi ini?! *Gaptek!

Saya baru ngeuh setelah mencari-cari informasi di internet, situs esek-esek dan beberapa orang yang memiliki pengalaman di bidang Camfrog. Tujuan saya hanya satu, ingin tahu ada apa di balik Camfrog ini. Nah, sekarang saya sudah tahu setelah melakukan riset kecil-kecilan.

Hasilnya mengejutkan!

Untuk bisa tahu ada apa di balik Camfrog, saya harus membuat akun terlebih dahulu. Sebelum membuat akun, ada dua hal penting yang harus diketahui soal jenis Camfrog. Satu Camfrog biasa, satu lagi Camfrog Pro. Jelas saja keduanya memiliki kelebihan yang jauh berbeda. Gunakan saja jenis yang biasa, GRATIS! Yang PRO harganya sekitar 450.000 rupiah. Lumayan mahal kan?

Kalau sudah membuat akun, masuk ke dalam room list. Kemudian pilih salah satu list yang ingin Anda masukin. Saya sudah mencoba semua room. Menganalisis ada kejadian-kejadian apa saja di sana. Ternyata, masing-masing room memiliki fungsi tersendiri. Mulai dari hanya obrolan biasa sampai obrolan yang tidak ada saringannya sekalipun. Kata apa saja boleh keluar. Bebas! Bahkan bisa membuat mata Anda iritasi, tetapi rasanya kok konyol, kocak dan mengundang tawa yang satir.

Saya pun pelan-pelan mencerna. Klak klik akun yang sedang ramai dibicarakan di room. Perilakunya tentu saja hanya untuk 17 tahun ke atas. Bahkan 21 tahun ke atas lebih tepatnya. Mulai dari berbaju rapih hingga kehilangan baju sama sekali. Hmmmm….! Dan hebatnya, akun-akun ini, setelah saya buka, banyak sekali dari mereka yang wajahnya begitu lucu, imut dan masih ABG!

Tidak sedikit juga yang sudah tante-tante, berjilbab hingga pegawai negeri. Saya penasaran, siapa saja yang melihat dan ramai membujuk akun-akun perempuan ini. Ternyata kebanyakan orang-orang aneh semua. Ada yang sibuk dengan kemaluannya, sibuk telanjang, santai sambil merokok, duduk di depan meja kantor kelurahan, ada petugas polisi dan banyak sekali pengguna yang masih mengenakan baju dinas pegawai negeri. Apakah semua orang ini sakit jiwa? Mungkin. Bisa jadi. Eh, jangan-jangan saya juga sakit jiwa. Hmmm, bisa jadi juga.

Kehebohan tidak terhenti di situ. Lebih mencengangkan lagi adalah satu room itu dihuni sekitar ratusan, ribuan akun pria, sementara akun perempuannya hanya ada empat sampai lima dan hebohnya lagi, lima, bahkan bisa lho hanya satu akun perempuan mengendalikan ribuan akun pria. Dahsyat ya! Dia memosisikan sebagai DJ-nya room tersebut. Memberikan godaan-godaan maut sambil terus mendesah-desah tidak karuan. Dan uniknya sesekali dia bilang gini,”Eh, bro. Kalau loe mau liat gue bugil, loe modal dong. Tuh beli Camfrog Pro. Harganya murah. Cuma dua jutaan, bro. Loe pasti bisa liat gue bugil. Ayo, bro! Beli bro. Lanjut coli, bro… dst….” Kalimat promo itu selalu keluar disela-sela pertunjukan setengah-setengah menggoda dan diselingi musik ajep-ajep ala ALAY.

Selain jualan ala DJ, ada juga cara jualan lain. Misalnya, saya ingin bicara dengan salah satu akun perempuan yang ternyata ketika dibuka camnya, wajah perempuan ini begitu cantik. Saya penasaran ingin ngobrol. Saya tulislah,”Hei, Halo dan sapaan lainnya.” Ternyata untuk bisa bicara dengannya, saya harus mengirimkan virtual gift. Tahu nggak harganya berapa? Harganya 4-500 dolar! Kalau dirupiahin sekitar 40 ribu-4 jutaanlah  ya. Bukan harga yang murah, ‘kan? *Kere bangke!

Itu hanya secuil bagian strategi penjualan. Dan itu secuil kisah yang sempat saya lihat. Masih banyak kisah lebih gila dari ini. Bahkan ML di depan cam pun ada, kata salah seorang narasumber sekaligus aktivis camfrog yang tidak ingin disebutkan namanya. Saya tidak sempat menggali tujuan lebih dalamnya apa. Yang jelas, tujuan dangkalnya ya pengen SHOW dan ditonton ribuan orang. Ngek! Ngok!

Namun, terlepas dari semua itu, saya sempat kepikiran strategi marketing atau pun komunikasi baru. Misalnya saja mengiklankan produk-produk di cam yang ditonton ribuan orang ini. Produknya bisa jadi produk yang berhubungan dengan seks , semisal kondom, obat kuat, jamu, pelumas atau bahkan sama sekali tidak ada hubungannya dengan seks. Katakan saja makanan, minuman dan bisa juga alat-alat elektronik. Atau rokok, kenapa tidak?!

Eh, itu hanya selintas pemikiran setelah melakukan survei kecil-kecilan kegiatan di Camfrog. Mungkin ada orang yang peka marketing dan cocok dengan produknya bisa melakukan sesuatu di Camfrog ini. Mungkin lho ya. Tanpa mengurangi rasa apa pun di sini. Sebagai orang marketing atau ahensi, kita harus “get involved” terhadap sebuah teknologi, supaya kita tahu ada celah apa di dalamnya untuk dimasuki sebuah brand. SOTOY YAK!

Well, sekian pantauan sekilas mata dari saya soal Camfrog. Enjoy dan selamat berkarya:p.

*Gambar di bawah ini hanya gambaran kasar saja yang berhasil saya capture.

*Jika sapaan ingin dibalas, harus memberikan virtual gift seharga 50 dolar paling murah

*Pilihan virtual gift

*Jika diklik, inilah salah satu harganya

*Bentuk transaksinya akan seperti ini

*Kalau sudah punya akun, Anda bebas mau masuk room apa

*Di dalam room, lalu lintasnya akan seperti ini.

“sonofmountmalang”

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s