Balada Hepatitit A


Mitos di dunia agency yang seringkali terucap adalah, katanya, belum sahih ke-agency-annya seorang kreatif kalau belum terkena penyakit paratypus. Betulkah? Antara iya dan tidak. Namun, menurut pengamatan sekilas mata, 10 dari 9 pekerja kreatif pasti sudah mencicipi paratypus. *data dari Nillson* #ngok

Bersyukurlah saya karena kerja dan lembur sekeras kuda pun, serodi jaman penjajahan Belanda, saya tidak tersentuh paratypus. Saya pun heran dengan orang-orang yang terkena penyakit itu. Apa rasanya sih? Jawabannya beda-beda. Ada yang bilang,”Nggak enak!” “Lebih baik jangan” “Meriang nggak jelas” dan banyak statement lainnya lagi.

Pindahlah saya ke agency yang tingkat rodinya rendah. Tetapi justru di agency inilah saya mencicipi nikmatnya paratypus. Najong! Nggak enak! Beneran meriang nggak jelas. Kalau ada yang nanya, gimana rasanya, saya jawab,”JANGAN PERNAH MAU!” Jaga kesehatan. Paratypus fuck banget! *Maksudnya, rasanya bukan kaya ML sama gadis tingting*

Paratypus, cukup ya. Saya tidak ingin menikmati sakit lainnya. Takdir berkata lain. Penyakit saya upgrade. Sakit kuning A.K.A Hepatitit A. Nggak kepikiran tiba-tiba saya diserang penyakit ngehe. Rasanya nanti saya ceritain.

Sebagai penyakit, Hepatitit A memiliki gejala demam, lemah, letih dan lesu ditambah perut rasanya tegang. Itu sebabnya saya menulis di twitter soal apakah ini tanda-tanda PMS? Perut tegang dan pegel. Berapa hari kemudian setelah merasakan tanda-tanda PMS, saya pun sering mual-mual dan muntah. Apakah PMS tidak jadi, lantas menjadi hamil?

Ternyata, semua tanda PMS dan hamil itu hanyalah status palsu kesehatan saya. Setelah dicek ke dokter, dokter bilang, “Oh, ini asam lambung.” Masuk akal sih. Saya tidak napsu makan dan sendawa terus. Tetapi, asam lambung kok lemasnya bukan main ya. Pengennya rebahan dan molor terus. Akhirnya, saya kembali ke dokter karena kondisi kesehatan menurun. Dokter bilang,”Wahhh! Ini sih hepatitis! Ayo cek darah ke lab.”

Tengtong! Hepatitit A pun hinggap di tubuh saya. Kulit jadi kuning langsat, berikut mata, kencing coklat, BAB albino dan badan 100 persen lemah. Nggak bisa bangkit. Jangan-jangan saya bakalan mati gara-gara Hepatitit A ini. Pikiran jelek.

Bahkan ngaceng pun nggak bisa ketika seorang teman bilang,”Enak dong tiduran terus sambil nonton bokep!” Saya jawab,”Percuma! Nggak bisa ngaceng!” Itu saking lemasnya. Itulah Hepatitit A. Upgrade-an penyakit anak kreatif setelah Paratypus. What’s next? Cukup sudah ya. No more penyakit! Mulai sekarang kita harus berani menjaga kesehatan. Makan yang benar. Kurangi jajanan tidak penting dan makan yang banyaakkkkkk!! Sakit itu nggak enaaakkk! Makanannya juga nggak enaakk! Pengen Bebek Goreng Slamet! Pengen Sarang Oci! Pengen sate kambing! Pengen ikan bakar! Pengen makan enaakk! *realitasnya makan bubur dan nasi tim tiap hari*

Demikianlah! Akhirnya bisa menggerakan tangan untuk ngetik lagi setelah berhari-hari meloyo.

Semangat SEHAT! (sambil tiduran lagi)

“sonofmountmalang”

 

Advertisements

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s