Kuliner Jaman Kegelapan Bagian Pertama

Setiap manusia pernah mengalami hidup di jaman kegelapannya masing-masing. Setiap kegelapan manusia, memiliki karakter gelap yang berbeda. Saya pernah hidup di jaman kegelapan itu. Jaman dimana kehidupan saya sangat dekat sekali dengan hutan di Gunung Malang.

Gunung Malang memang hutan yang penuh dengan kekayaan. Binatang, burung,  buah-buahan dan segalanya ada. Di hutan inilah masa kegelapan saya dimulai.

Kegelapan seperti apakah? Mari kita uraikan sejenak ya.

Kegelapan dalam hal ini bukan sesuatu yang mengerikan, tetapi lebih ke kuliner, makanan yang mungkin tidak pernah orang atau Anda makan. Makanan apa itu?

Sebelum berlanjut, saya mau nanya aja sih, daging apa yang pernah Anda makan? Saya bisa menebak, palingan juga ayam, kambing, sapi dan babi. Ya kan? Yang muslim mungkin sebagian tidak suka babi. Yang batak mungkin ada tambahan ya, yaitu anjing.

Dari semua daging itu, saya tidak pernah makan anjing dan babi. Babi haram dan anjing najis. Hihihihi. Bukan itu alasannya. Anjing itu sahabat berburu dan babi adalah musuh penduduk di Gunung Malang. Musuh itu tidak boleh dimakan. Dijual saja ke kota. Oopps! Ini serius.

Saya mungkin salah satu dari sekian copywriter yang pernah memakan segala jenis daging. Kecuali anjing dan babi. Sekali lagi, itu tidak baik untuk dimakan. Terlalu unyu.

Pertama. Daging Landak. Daging landak ini sangat enak. Cara berburunya sederhana. Ketika bertemu landak di hutan, dia akan segera berlari ke lubangnya. Landak itu lubangnya ada dua. Lubang satunya untuk keluar, lubang satunya untuk masuk. Ketika dia masuk, maka carilah lubang satunya. Siapkan perangkap berupa kandang atau karung. Sementara lubang satunya kita gali. Landak yang terintimidasi akan segera kabur dan masuk ke perangkap. Selanjutnya, landak pun siap menjadi santapan segar. Seperti yang saya bilang tadi, daging landak itu ENAK, jenderal!

Kedua. Daging Trenggiling. Dagingnya tidak kalah enak dari daging Landak. Cuma daging ini kalau salah pengolahannya akan sedikit berbau semut. Waktu itu saya tidak begitu mengerti cara mengolahnya. Jadi, rasanya seperti makan daging semut, namun rasanya tetap nikmat. Cara berburunya segampang Landak. Apalagi Trenggiling ini kalau merasa terancam dia akan membuntal. Kalau sudah begitu ya tinggal tangkap saja. Gampang kan? Semudah itulah mendapatkan daging enak dan gratis di hutan Gunung Malang.

Lalu, daging apalagi yang enak dimakan di jaman kegelapan?

Oke! Ketiga ini daging dari bintang yang saat ini sedang dieluk-elukan tainya oleh kalangan menengah ke atas. Selain mengeluk-ngelukan, mereka juga membeli dan meminumnya tainya. Binatang apa ya? Ada yang tahu?

Dialah Careuh! Alias Musang! Alias Luwak! Si pemakan segala jenis buah-buahan. Salah satunya pemakan kopi. Karena dia pemakan buah-buahan (kadang katanya nyuri ayam), setahu saya Musang hanya memakan buah-buahan, maka rasanya daging musang ini begitu manis dan lezat! Dagingnya harum saat dipanggang di atas api kecil. Merah dan sangat menggugah selera.

Cara berburunya gampang. Musang ini keluarnya malam hari. Senjata untuk berburu cukup canggih, yaitu senapan angin dan senter. Berburunya di kebon pisang, kebon pohon-pohonan yang berbuah, kebon kopi dan kebon aren. Menemukan musang pada malam hari paling gampang. Tinggal menirukan teriakan ala musang, dia akan segera membalasnya. Dengan mengendap-ngendap kita menuju ke posisi musang. Biasanya dia sedang sibuk mengunyah buah-buahan di dahan pohon. Sorot matanya dan bidik dengan senapan pas bagian kepalanya. Dor! Musang pun jatuh dan langsung sembelih. Kuliti seperti menguliti kelinci. Dagingnya siap dipanggang dan bulunya siap digunakan untuk menakut-nakuti burung di sawah.

Wah! Semakin seru ya petualangan kuliner jaman kegelapan.

Sekarang, kita menuju ke buruan berikutnya. Buruan kali ini hewan lincah, lari cepat dan terkenal cerdik. Dialah Meuncak alias Si Kancil. Untuk mendapatkan daging kancil, saya hanya menunggu kebaikan para pemburu dewasa saja. Senapan mereka lebih besar ukuran pelurunya. Cukup untuk merubuhkan kancil, bahkan empunya babi sekali pun! Saya hanya tinggal menunggu para pemburu membagikan hasil buruannya. Dan daging kancil merupakan daging terlezat. Manis, gurih, renyah dikunyah, juicy di mulut dan sungguh bikin lidah nge-fly. Sayangnya, tidak gampang mendapatkan kancil. Para pemburu harus ekstra jeli dan hati-hati untuk mendapatkannya. Ini buruan paling gesit dan cerdik. Sedikit saja ada suara berisik, dia akan langsung lari kencang. Namanya juga Si Kancil ya.

Nah, masih adakah hewan lain yang dagingnya enak untuk dimakan? Tenang…, masih banyak. Tunggu cerita selanjutnya ya. Pantau terus di Kuliner Jaman Kegelapan Bagian Dua ya….!

Salam karnivora!

“sonofmountmalang”

“Sementara saya puasa segala jenis daging gara-gara Yellow Sick ini. Padahal saya rindu makan sate kambing, sop kambing dan nasi goreng kambing. Hiks!”

2 thoughts on “Kuliner Jaman Kegelapan Bagian Pertama

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s