mimpi copywriter (37) dikejar setan

Sore-sore, sekitar jam empat, saya bersama empat teman akan pergi ke hutan. Tujuannya tidak jelas. Pokoknya ke hutan. Tetapi karena hari sudah sore, saya mengurungkan niat. Takut ada apa-apa kalau sudah sore. Namun tiga teman lainnya tidak menghiraukan. Dia terus berjalan menuju hutan. Dari sisi hutan terlihat beruang madu sudah mengintai ketiga teman saya. Ketika mendekat, beruang madu itu langsung menerkam dan menggotong ketiganya ke arah saya.

“Jangan ke hutan. Bahaya. Banyak pemakan manusia. Ada setan, genderuwo, vampir, zombi dan masih banyak lagi,” beruang itu bicara. Ketiga teman saya tetap ingin melanjutkan perjalanan ke dalam hutan. Maka mereka pun berjalan kembali. Beruang itu hanya bisa berkeluh.

Baru saja teman saya melangkahkan kaki, dari hutan terlihat spiderman gabungan antara babi dan tuyul loncat-loncat ingin menerkam. Seketika buyarlah ketenangan semua teman saya. Mereka lari tunggang langgang mencari tempat aman. Saya berlari ke arah gubuk ketika setan berupa gabungan vampir dan zombi mengejar saya. Di dalam gubuk terdapat gergaji mesin. Saya mengambilnya dan menyalakannya. Tangan-tangan setan gabungan vampir dan zombi menjulurkan tangannya. Mereka ingin melahap saya. Dengan sigap saya menggergaji tangannya. Mereka berteriak dan menjauh. Tetapi setan lainnya datang. Duh! Ini banyak sekali setan dalam bentuk segala rupa. Setannya serem! Dan sudah menjadi mutan. Gabungan genderuwo sama pocong dan banyak lagi.

Saya tidak mungkin selamat kalau diam di gubuk ini terus. Saya pun keluar dan berlari dengan gergaji mesin di tangan. Saya berlari ke berbagai tempat untuk bersembunyi.

Lari ke atas bukit bersawah. Kebetulan di atas bukit itu ada dua mobil parkir. Di dalamnya ada wanita cantik sedang dandan. Dia melihat ke arah saya.

“Ssstt…! Jangan bilang siapa-siapa saya sembunyi di sini ya,” ucap saya ke wanita itu. Saya sembunyi di semak-semak rimbunan padi dengan jantung berdebar.

Baru saja jantung saya mereda, dua setan menyeramkan, cewek dan cowok, datang dari bawah bukit. Giginya menyeringai, tangannya siap menerkam. Saya menjatuhkan diri melewati tebing dengan gergaji mesin sebagai alat untuk mengurangi kecepatan jatuh saya ke bawah. Gergaji mesin saya tanjapkan ke dalam tebing. Perlahan saya merosot ke bawah. Kemudian sesampainya di bawah, saya membenamkan tubuh ke dalam lumpur di sawah.

Saya menenangkan diri. Mengatur napas. Melihat sekitar. Siapa tahu kedua setan itu menemukan persembunyian saya lagi.

Tidak lama kemudian, terdengar suara orang ngobrol. Tobaattt! Itu dua setan sedang menyibak-nyibak tanaman padi, dan saya tepat ada di bawahnya. Kedua setan itu memiliki mata lebih besar dari wajahnya. Matanya melotot ke arah saya. Saya masih berpura-pura tidak terlihat oleh mereka. Tangannya meregang siap meremas kepala saya.

Toloooooongggg!!!! Saya langsung cabut dari rawa. Berlari ke segala arah, segala penjuru dunia. Bersembunyi di segala tempat. Kedua setan selalu menemukan saya. Mereka selalu ada dua meter di belakang saya.

Ibuuuuuuu! Mamiiiiii!! Toloooongggg! Bapaaaakkkk! Ooommm! Semuaaanyaaaa! Toloooonggg!

Saya terus berteriak meminta tolong, tetapi jalanan sepi. Sekali pun ada orang, mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

Saya terus berlari sampai napas terasa ingin habis. Saya memasuki gang-gang perumahan kumuh. Di sana saya berbelok-belok mencari jalan paling sulit supaya tidak terdeteksi kedua setan. Tetap saja, setan itu bisa menemukan saya.

Ibuuuu! Tolooongggg!

Ketika saya sungguh-sungguh sudah capai, lelah dan napas ngos-ngosan, tiba-tiba ada tangan menyentuh pundak dan membangunkan saya dari mimpi menyeramkan sekaligus melelahkan.

Saya duduk di sisi ranjang. Badan lemas, cape dan masih shock.

Dan rupanya, lelahnya masih terbawa sampai kantor. Hasilnya, saya pun jadi sakit. Seharian lemes, pusing dan sesekali muntah.

Barulah lumayan segar kembali keesokan harinya. Ketika mimpi ini ditulis, kondisi badan pun belum sembuh total.

Hiks! Mimpinya sudah melibatkan fisik di dunia nyata ya. Serem! Semoga besok-besok mimpinya lebih bagus ya. Amin!

Selamat Jumat, selamat bersiap-siap menyambut weekend!

“sonofmountmalang”

Advertisements

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s