Surabaya, Oh Surabaya!

Perjalanan singkat kali ini menuju Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur. Kota yang memiliki simbol IKAN HIU dan BUAYA. Kenapa IKAN HIU dan BUAYA? Mari kita tanya tukang becak.

Konon, menurut tukang becak yang saya ajak bicara, Surabaya itu berasal dari kata SURA dan BAYA. Sura artinya HIU, dan Baya artinya BUAYA.  Masih menurut tukang becak, nama Surabaya lahir karena pertempuran dan perebutan sengit kedua binatang tadi. Hiu dan Buaya. Ketika saya tanya kenapa hiu dan buaya bertempur? Mereka berebut kekuasaan di muara sungai ini. Tukang becak itu menunjuk jembatan merah. Saya manggut-manggut. Lalu, kenapa namanya jembatan merah? Karena dicat merah? Tukang becak itu menjawab lagi dengan yakin. Ini disebut jembatan merah, karena pertempuran HIU dan BUAYA membuat sungai ini menjadi merah, penuh dengan darah. Maka dari itulah disebut jembatan merah. Saya melongok ke aliran sungai di bawah jembatan merah. Warnanya coklat dan penuh sampah. Sesekali pemotor lewat dan melemparkan kantong kresek berisi sampah ke sungai itu. Jaman dahulu kala, sungai ini pasti bersih dan masih bisa direnangi ya.

Jadi betul? Mitos nama Surabaya dihasilkan dari pertempuran dua binatang? Ternyata tukang becak itu hanya mendengarkan mitos. Menurut sumber yang bisa lebih dipercaya, yaitu bapak tua penjaga di hotel Ibis.

Jaman baheula sekali, Surabaya merupakan gerbang utama kerajaan yang patihnya lebih terkenal dari rajanya, dialah Kerajaan Majapahit. Dan gerbang kerajaan ini berada di muara sungai Mas. Gerbang itulah yang menjadi pintu masuk musuh, yaitu pasukan kerajaan Mongol yang diutus oleh Kubilai Khan. Nah, pasukan Mongol inilah datang dari laut menuju muara sungai Mas untuk menyerang pasukan Majapahit, dan disebut atau digambarkan sebagai SURO atau ikan hiu atau berani. Sementara pasukan dari Majapahit pimpinan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BOYO atau buaya atau bahaya. SUROBOYO, berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Bukannya kebalikannya ya? Harusnya SURO itu bahaya, BOYO itu berani. Jadi, pasukan Majapahit berani melawan bahaya pasukan Mongol. Kenapa perumpamaannya ikan hiu? Mungkin ikan hiu salah satu penguasa lautan yang berani menyerang siapa saja. Kenapa buaya? Tebakan saya, buaya hidup di sungai, berbahaya dan akan mempertahankan dengan segala cara wilayahnya. Itu sih tebakan saya. Habisnya tidak ketemu ahli sejarah Surabaya.

Karena pertemuan dua pasukan inilah terjadi perang di muara sungai Mas. Terjadi pertumpahan darah. Sungai pun menjadi merah. Dinamai sungai Mas, masih tebakan saya, karena pada jaman dahulu, kali ini menjadi pintu masuk perdagangan dan juga sebagai tempat perniagaan yang sangat strategis.

Dan, beruntungnya, pasukan Majapahit menang melawan pasukan Mongol. Kemenangan itu yang dijadikan hari jadi Surabaya, yaitu 31 Mei 1293. Hebat ya! Jaman dulu kerajaan-kerajaan itu sangat berani. Tidak seperti sekarang, dijajah, dicela, diambil wilayahnya, presidennya dan tentaranya cuek aja. Wes! Ben baelah!

Saya baru tahu sedikit lho soal sejarah Surabaya. Plus baru pertama kalinya saya ke Surabaya. Secara bangunan kota sih, Surabaya tidak jauh beda dengan Jakarta. Namun yang membedakannya adalah MAKANAN! Yes! Makanan di Surabaya enak-enak. Ada Soto Cak Har. Soto Cak Har ini sinting. Restorannya cukup besar, tetapi menunya hanya satu. SOTO SAJA! Rasanya? Ini soto terenak pertama saya di Surabaya. Katanya, menurut orang-orang, nyaris semua soto di Surabaya enak-enak. Wah! Bisa bengkak nih badan kalau kelamaan di Surabaya. Selain soto, ada juga RUJAK CINGUR SEDATI. Yang enak di SEDATI ini adalah GULAI KAMBING! Empuk, nyerep dan WUENAKE sampai ke jantung! Ada lagi RAWON KALKULATUR. Rasa rawonnya biasa, cuma cara ngitungnya unik, tanpa kalkualtor. Yang ngitung spesialis banget. Dengan kecepatan super, dia menjumlahkan harga makanan, minuman dan tambahan lainnya dalam waktu singkat. Hebrat! Saya melongo melihatnya. Ada juga SOTO DAGING. Ini juga tak kalah WUENAKNYA! Soto Daging Cak Soleh. Bahannya dari buntut dan iga sapi. Astaga! Rasanya. NAMPOL TENAN REK! Kuwi kudu nyoba iki!

Itu hanya sepintas makanan di Surabaya. Saya mencoba makan di pinggir jalan. Sejenis tenda-tenda. Saya pesan bebek. Rasanya jauh lebih enak dibandingkan dengan BEBEK SLAMET, BEBEK YOGI dan BEBEK-BEBEK lainnya di Jakarta. Sadis ya! Orang Surabaya ini jago masak dan semua makanannya enak-enak.

Sayangnya, saya tidak sempat mencoba KAMBING OVEN. Itu, kata teman saya, rasanya bisa bikin dunia cacing di perut gempar. Saking enaknya. LOL!

Satu lagi yang tidak boleh tidak dikunjungi di Surabaya, yaitu DOLI! Sekedar jalan-jalan, muter-muter, melihat kehidupan malam di Doli. Kalau mau iseng masuk, tidak ada yang larang juga. Sayangnya, saya tidak berani moto. Takut dihajar massa. Hooooo!

Lain kali saja ya eksplor semua makanan di Surabaya. Sekarang, iseng lihat foto-fotonya yuk! Ini foto ala kadarnya. Maklum, kan bukan fotografer:p

Enjoy!

Selamat datang di Surabaya aka welcome to Surabaya

Jembatan Merah yang bersejarah.

Kembang Jepun

Gedung Cerutu. Disebut begitu karena bentuknya bangunan di salah satu sudutnya seperti cerutu. Sekarang dipakai oleh Bank Mandiri.

Pemandangan dari Hotel Ibis.

Gedung Internatio Willemplein.

Rujak Cingur Sedati. JL. Sedati Gede NO 66. Tidak jauh dari Bandara Juanda. Buat yang suka Cingur, ini katanya cukup terkenal. Buat yang suka Gulai Kambing, ini ENAK!

Soto Lamongan CakHar Jl. Dr. Ir.H. Soekarno. Ini enak TENAN!

Rawon Kalkulator ini letaknya di Taman Bungkul. Sekedar melihat tukang itungnya menghitung dengan cepat.

Orang ini bisa menghitung dengan kecepatan super. Dan dia kalau disuruh ngitung ulang, harganya pasti beda. Itulah keunikan RAWON KALKULATOR

Soto daging CakSoleh. Ini soto super wuenak re!

Suasana di Soto CakSoleh.

 

11 thoughts on “Surabaya, Oh Surabaya!

  1. Awesome tourist spot, lots of rich people will travel to see the physical surrounding. Food looks delicious. I will suggest to street king to visit the place venture to new business. Good day Nonoy Manga

  2. Pingback: Jembatan Merah Yang Tetap Gagah Di Surabaya - JalanJalanYuk JalanJalanYuk

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s