Food Hunting ; Kampung Tempo Doeloe

Selama manusia butuh makanan, maka jual makanan apa pun, pasti laku. Dengan catatan, makanannya enak, murah, unik dan sudah dikenal, entah dari bibir ke bibir, mulut ke mulut, kuping ke kuping, iklan, sosial media dan apa saja.

Contohnya, NASI GORENG KAMBING KEBON SIRIH. Dia pastinya tidak beriklan. Beritanya dari mulut ke mulut atau word of mouth, yang cenderung memiliki  dampak lebih powerful dibandingkan dengan spot iklan di prime time seharga puluhan atau ratusan juta sekali tayang.

Itu hanya satu contoh saja. Lainnya, masih banyak makanan diserbu karena rasanya, pedasnya, bedanya, namanya, penjualnya, tampilannya, cara penyajiannya, ukurannya, bentuknya dan segala jenis cara dipikirkan supaya mata-mata kelaparan itu tertarik dan melahap sampai perut melendung, kenyang!

Dan, kalau kamu-kamu mau memelendungkan perut, yuk jajan-jalan di acara tahunan La Piazza, Kelapa Gading, dengan acara bernama “Kampoeng Tempo Doeloe.”

Di sini kamu bisa menikmati segala jenis jajanan seru mengenyangkan diiringi musik dari panggung dengan seting bangunan Fatahillah. Ada Sate Padang Mak Sukur, Bakso Gun, Risol Setan, Bebek Kaleyo, Kerak Telor Betawi dan segambreng makanan lainnya. Dan, yang tak kalah serunya adalah Nasi Kucing Sambel Gledek. Ini satu-satunya stand makanan yang di depannya dipasang garis antri. Bukan untuk keren-kerenan sih, tapi stand ini memang paling panjang antriannya dibandingkan dengan stand lain. Mereka rupanya rela ngantri untuk bisa disamber Nasi Kucing Sambel Gledek.  Rasanya pedasnya melecut ke ubun-ubun dengan segala jenis sate yang siap membuat mulut sibuk mengunyah. Jadi, laper yah. Werrrrrrr!

Ya, sudah. Daripada banyak obrol dengan perut kerontang, yuk mari makan segala jenis jajanan Kampoeng Tempo Doeloe.

Selamat berburu makanan enak, sodara-sodara!

Seting panggung berupa musium Fatahillah. Berasa makan di pelataran Fatahillah, dengan musik meriah ala Spanyolan, Meksikoan dan segala jenis genre dimainkan.

Buat yang dompetnya lebih tebal dari rata-rata manusia, tersedia Wine & Cheese. Bisa icip-icip wine dan borong berbotol-botol wine buat melampiaskan nafsu nge-wine.

Tinggal pilih mau makan apa, atau mau mencoba semuanya. Silaken!

Salah satu stand makanan yang namanya diambil dari musuh bebuyutan malaikat. Dialah RISOL SETAN! Sekarang, kayanya ya, nama-nama berbau jahilihay lebih menantang untuk dicicipi. Besok-besok pasti bakalan nemu makanan “bla bla IBLIS, bla bla DAJAL, bla bla bla sejenisnya.”

Nah, ini nih. Stand idaman yang pemiliknya seorang Creative Director andal di Bates Indonesia, @panggilajaoni. Ini satu-satunya stand yang menggunakan garis pembatas untuk mengantri. Antrian paling banyak. Hebring!

Nah, ini di balik dapurnya stand. Mereka sibuk dengan tugasnya masing-masing. Lihatlah, CD (mengangkat nasi bungkus) ternama sedang membungkus nasi dari jam 11 pagi sampai jam 11 malam. Salut dan sukses buat NASI KUCING SAMBAL GLEDEK!

Antrian selanjutnya jatuh ke KERAK TELOR BETAWI. Ini juga ramai. Lihatlah wajah-wajah memelas kelaparan:p.

Pemanggangan KERAK TELOR. Wanginya sih menggoda. Sayang, antrinya bikin malas.

 

“sonofmountmalang”

6 thoughts on “Food Hunting ; Kampung Tempo Doeloe

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s