Aceh Gayo Rasa Nicki Minaj

Aceh Gayo. Aceh Tengah. Berada di dataran tinggi dengan udara sejuknya, merupakan salah satu penghasil kopi terbaik dunia. Wangi kopinya sangat khas nyegrak enak dihidung dan nampol di mulut. Namun, itu semua, katanya, tergantung roasting. Itu kata seorang yang bekerja di Quintino’s beberapa tahun lalu ketika ada Coffee Mania Festival di Jalan Wijaya (Sekarang kemana tuh ya). Di sana saya sempat berbincang cukup lama dengan ibu-ibu, yang menguasai wilayah-wilayah kopi di seluruh Indonesia.

Sebelum bicara soal roasting, saya memulai dengan satu pertanyaan sederhana. Ini pertanyaan orang kere sih tepatnya. Waktu itu saya nanya,”Kenapa kopi-kopi ini mahal sekali? Padahal kalau beli di desa, dengan harga segini, saya bisa dapat setengah sampai sekarung mungkin ya.”

Dia pun bercerita sejarah kopinya kenapa bisa mahal. Katanya, kopi yang sekarung tadi, hanya akan menghasilkan sekian persen saja biji kopi paling berkualitas. Biasanya dibagi menjadi kelas. Kelas satu, kelas dua, kelas tiga dan kelas sampah. Di sini, dia bicara soal kopi kelas satu. Itu biji-biji pilihan. Biji-biji tersebut dikeringkan. Kemudian diolah menggunakan teknologi canggih. Khusus Quintino’s, dia menggunakan teknik roasting Italia. Itu salah satu teknik roasting yang bisa menghasilkan kopi berkulitas super, sehingga rasa dan aromanya keluar dengan baik. Dan sudah bisa dipastikan, setiap teknik roasting akan menghasilkan kualitas dan aroma kopi yang berbeda.

Waktu itu, dia bercerita, biji kopi berkualitas itu di-roasting-nya di Italia. Di-pack kembali dan diberi harga tinggi. Itu sebabnya, kenapa kopi ini menjadi mahal. Tidak hanya Quintino’s, dia menunjuk ke stand-stand kopi lainnya, mereka juga menjual kopinya dengan harga mahal. Karena biji kopi yang dipilih memang biji pilihan dan pengolahannya pun membutuhkan teknik tersendiri. Itu salah satu teknik yang belum dimiliki oleh para petani. Kalau mereka mengerti tekniknya dengan baik, mereka bisa menjual kopi dengan harga tinggi. Sudah ada beberapa petani yang aware, tapi banyak juga yang tidak. Mereka tahunya menjual biji kopi hasil panen saja. Tapi sekarang, sudah banyak institusi yang memberikan pendidikan kepada petani cara menghasilkan kopi yang baik dan sebagainya. Supaya nilai jualnya pun lebih baik. Lanjutnya.

Pertanyaan saya berlanjut ke soal kopi instan. Saya bertanya itu kopinya dari kopi kualitas berapa? Dia bercerita lagi. Katanya, kopi-kopi instan itu hasil dari penyaringan biji kopi. Itu kopi kualitas paling akhir, bisa dibilang itu ampasnya biji kopi. Dijual dengan harga super murah. Mereka mengolahnya, memberi nama brand dan beriklan. Keuntungannya jauh berlipat-lipat dibandingkan dengan dia menjual kopi berkualitas atau kelas satu.

Ohhhhhh! Saya angguk-angguk kepala sok ngerti. Tidak heran juga ya Starbucks menjual kopi Indonesianya dengan harga tinggi. Karena memang itulah biji kopi kualitas terbaik yang dijual.

Dan ini, salah satu kopi ASLI INDONESIA, Aceh Gayo. Mari, duduk di balkon, di samping jendela atau dimana saja sambil menunggu mendung Jakarta berubah menjadi hujan, lalu kita minum secangkir kopi hangat, kita berbincang ringan.

Selamat ngopi-ngopi!

Note: Thanks to my Executive Creative Director which is always providing the highest quality coffee in the office.

 

“sonofmountmalang”

Advertisements

6 thoughts on “Aceh Gayo Rasa Nicki Minaj

  1. bagi dong, ntar tukeran sama kopi pontianak (tapi mesen dulu, hihih)
    toko kelontong sebelah rumah mertua jual kopi pontianak harganya murah, beli sekilo kynya ngga nyampe 100 ribu, tapi enak banget…ga tau ya kalo buat lo yang faseh ama kopi 😀

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s