Seven Days in Bali; Setengah Ubud

Dalam perjalanan hari kedua di Seven Days in Bali ini sudah dihabiskan setengah hari di sepanjang jalan Amed-Ubud. Jadi praktisnya, di Ubud hanya memiliki waktu setengah hari di hari kedua.

Saya menginap di Kunang Kunang Guest House. Letaknya di Jalan Hanoman. Untuk mendapatkan lokasi penginapan, saya harus berputar dua kali di Jalan Hanoman yang satu arah. Lokasi penginapannya masuk ke dalam gang. Plangnya pun kecil di sisi kanan jalan. Mobil harus pelan dan mata jeli. Di belakang berisik nglakson cuekin saja yah.

Nah, soal penginapan di Jalan Hanoman ini, khususnya Kunang Kunang Guest House akan saya bahas nanti ya.

Lalu, apa yang bisa dilakukan setengah hari menuju malam di Ubud? Sederhana sekali. Leyeh-leyeh balkon kamar. Iseng-iseng berfoto di sawah. Jalan kaki di sekitaran Ubud untuk menikmati suasana sorenya. Memotret momen unik. Jalan ke Musium Antonio Blanco. Mencicipi kafe-kafe sepanjang Jalan Raya Ubud. Pergi ke Monkey Forest untuk melihat nenek moyang kita bercengkerama di pohon. Belanja-belanja ringan di sepanjang jalan Monkey Forest. Jangan lupa, kamera selalu di tangan. Kali-kali ada sesuatu yang menarik. Jadi tinggal jepret saja.

Atau, mari kita berhenti sejenak di Gelato Oops depan pasar Ubud. Di sepanjang jalan Raya Ubud ada banyak kafe menyajikan Gelato. Tetapi kata @megalomankoe ada Gelato superlezat! Lokasinya sedikit ke atas dari Ubud. Dia menjanjikan akan mengantar saya ke sana. Nanti kalau sudah bertemu dan merasakan Gelatonya, saya kasih tahu ya rasanya seperti apa. Sementara sekarang, mari duduk super santai di pinggir jalan menikmati Gelato Oops dan lalu lalang turis dari segala negara.

Jelang malam, bisa membeli tiket di depan pura untuk melihat Kecak, Legong atau pun Jenger. Harganya 80 ribu. Jika tidak ingin bayar, beli kopi di Starbucks dan nongkrong di samping kolam teratai. Nanti sekitar jam 7an malam atau setengah delapan, akan ada pertunjukan di panggung ujung kolam teratai. Katanya suka ada Kecak juga. Mungkin malam berikutnya saja ya. Malam ini saya habiskan benar-benar untuk menikmati udara Ubud pada malam hari saja.

Setelah kenyang jalan-jalan di sekitaran jalan Raya Ubud, saya bersiap ketemu sang @megalomankoe di Kebon Bistro. Katanya, Martini Lychee bikin seger tenggorokan. Berhubung saya rindu kopi, jadi kopilah pilihan pertama saya. Bali Kintamani cukup meredakan kaki pegal digenjot jalan sana jalan sini.

Saya dengan Kintamani, @dwiyuniartid dengan menikmati Pizza ala Kebon Bistro dan @megalomankoe dengan Martini Lychee-nya duduk santai diiringi musik dan gerimis di jalanan. Kami bertiga berdiskusi tentang perjalanan hari ke tiga enaknya kemana saja.

Dan, kami menutup Ubud ini dengan sempurna di bawah bulan purnama dan belasan kunang-kunang di depan penginapan. Perfecto!

Mari tidur nyenyak. Besok kita akan bergerak santai menuju Danau Batur dan sekitarnya. Dan itu akan ada di postingan hari ketiga di Seven Days in Bali.

 

 “sonofmountmalang”

Advertisements

2 thoughts on “Seven Days in Bali; Setengah Ubud

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s