Penampakan Sunter

Anak tetangganya ini. Lucu yah.

Sebelum saya menulis cerita ini, saya mau memerindingkan bulu-bulu di seluruh badan saya dulu ya. Hiiiiii…!

Begini ceritanya….

Saya tiba di depan rumah jam 9 malam, berbarengan dengan @dwiyuniartid, pacar saya, yang baru pulang dari novena. Di jalan depan rumah, tetangga sedang ngadem bersama dua anaknya. Umur 2 tahun lebih dan umur 8 bulan. Mereka ngadem di luar karena kebetulan mati listrik parsial. Matinya beberapa rumah sajah.

Karena anaknya yang umur 8 bulan itu lucu, saya dan @dwiyuniartid main-main sambil ngobrol soal konsultasi kehamilan di tempat ini itu sambil mainan anaknya. Anaknya cukup berat ya. 10 KG! Tangan saya langsung pegel meskipun gendongnya cuma 10 menitan. Saya kasih anak itu ke @dwiyuniartid. Gantian gendong biar ketularan. Sambil ngobrol seru dengan semilir angin malam, tanpa terasa anak di gendongan pacar saya mulai teler.

Dia pun tertidur pulas.

Karena posisinya lucu, saya mengeluarkan SAMSUNG GALAXY NOTE. Saya memotret menggunakan APPS CAMERA 360. Saya foto berkali-kali dan hasilnya lumayan lucu. Melihat @dwiyuniartid menggendong balita sampai keringatan. Sambil terus ngobrol, berkali-kali saya mengabadikan tidurnya sang bayi di gendong Dwi. Sampai akhirnya ada mobil dan motor lewat, kami semua minggir dan saya tetap sesekali memotret wajah sang bayi.

Lampu tetangga belum menyala juga. Sementara si balita masih tidur. Dan @dwiyuniartid sudah keringatan menahan beban 10 KG kurang lebih sejam. Saya pun minta izin untuk mengajak bayinya ke rumah. Kebetulan rumah mertua saya tidak mati listrik, jadi bisa menidurkan anak itu sementara.

Sayangnya sang anak hanya bertahan tidur 5 menit di ranjang. Abis itu bangun dan main-main sambil menunggu emaknya yang masih ngobrol sama tetangga lainnya, yang kebetulan sama-sama mati lampu.

Di sela-sela bermain itu, saya menunjukkan foto si anak tertidur ke adik ipar saya. Saya menunjukkannya hanya sekilas. Adik ipar saya pun fokus melihatnya ke ekspresi si bayi tidur. Meskipun sekilas seperti ada yang mengganjal di foto tersebut, namun saya nggak ngeh sama sekali. Saya menaruh kembali GALAXY NOTE di meja dan kembali bermain dengan bayi sampai jam 11an. Ibunya kelar ngobrol barengan tetangga di luar karena lampu rumahnya sudah kembali menyala. Dia mengambil bayinya dan anaknya yang baru 2 tahun lebih, lalu pamitan.

Rumah kembali sepi. Mertua menonton TV, adik ipar siap-siap tidur dan saya pergi ke lantai dua mau mandi. Saat di tangga, @dwiyuniartid mau melihat foto-fotonya saat dia menggendong bayi yang tertidur. Saya bilang lihat saja. Dia pun melihatnya di kamar sambil menunggu saya kelar mandi.

Ketika di kamar mandi, @dwiyuniartid teriak-teriak memanggil saya. Saya buru-buru kelar mandi dan menghampiriya di kamar. @dwiyuniartid menyodorkan foto-foto di GALAXY NOTE. Dia meminta saya memerhatikan 3 foto awal. Setelah saya perhatikan lebih lama, daaanggg! Seluruh bulu merinding dan pori-pori ikut merinding. Kami berdua saling tatap dan kembali melihat foto-foto tersebut. Saya menuduh @dwiyuniartid mengkompos fotonya, tapi dia belum mengerti menggunakan GALAXY NOTE. Saya juga belum paham betul menggunakan GALAXY NOTE, karena saya baru membelinya 3 mingguan lalu. Lantas kenapa ada foto penampakan itu? Saya tidak tahu.

Namun semalam sebelumnya, saya pulang shooting iklan jam dua pagi. Sebelum saya sampai kompleks, saya nelepon @dwiyuniartid untuk minta dibukakan pagar. Saya lupa bawa kunci. @dwiyuniartid pikir saya sudah sampai, jadi dia buru-buru turun dari lantai dua melongok keluar dari jendela. Ketika dia melongok itu, katanya dia melihat ada wajah samar-samar di balik pagar. Saat saya sampai, dia cerita soal melihat wajah itu ke saya berkali-kali sesaat setelah saya sampai. Bahkan sebelum tidur pun dia cerita lagi. Katanya dua kali dia buka gorden jendela untuk mengecek saya ada di depan atau belum, dua kali itu dia melihat ada wajah terhalang pagar di baliknya. Saya bilang, ah itu cuma bentukkan dari pagar sajah. Mencoba menghiburnya.

Sekarang, dia menegaskan lagi cerita soal melihat wajah di balik pagar, yang posisinya tidak jauh beda dengan posisi saya memotonya bersama bayi itu. Katanya, jangan-jangan itu hantu yang sama ya. Mungkin, jawab saya sambil mematikan GALAXY NOTE. Saya tidak berani membukanya kembali foto-fotonya sampai besok siang deh.

Di kantor, saya menceritakan foto penampakan tersebut. Seorang teman saya yang ahli TELEMATIKA, yaitu @tirarenton, menganalisis foto tersebut. Dia salah satu orang yang tidak percaya hantu. Dia kaget melihat fotonya dan nyaris percaya. Namun kemudian dia mengutak-ngatik dan melihat kronologi foto saya.

Daaannngg! Dia memecahkan misteri penampakan di foto. Dia membuka APPS CAMERA 360. Memasang efek ghost dan keluarlah foto hantu di sebelah.

Teknologi membuat saya tertipu. Masalahnya saya belum mengulik semua APPS di NOTE saya. Hah!

Moral story-nya, kalau punya gadget jangan asal pakai. Coba dalami supaya tidak tertipu norak. Hiuh! Norak yak!

Dan saya pun kembali tidak percaya soal hantu-hantuan.

Sekian!

@dwiyuniartid dan anak tetangga yang tertidur pulas

Perhatikan bayangan tipis di anak tersebut

Perhatikan penampakan di sebelah kanan bawah

Tulisan ini sekaligus sebagai awal hadirnya TAG baru di blog saya. TAG yang berhubungan dengan HANTU-HANTUAN. Hiii…! Sereemmmmm….!

“sonofmountmalang”

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Penampakan Sunter

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s