Seven Days in Bali; The last day

Kuta Beach

Legian Beach

Tanpa pernah terasa, tulisan iseng saya tentang “Seven days in Bali” sudah berada di tepian pantai Kuta. Ini malam ke enam saya menjelajah beberapa jengkal tanah Bali. Sisa malam terakhir akan saya nikmati di Kuta sambil menunggu matahari mengarungi kegelapannya.

Sebelum menuju pantai Kuta, saya muter-muter mencari Everyday Smart Hotel. Katanya, menurut peta, posisinya persis di sisi jalan Patih Jelantik. Saya mencarinya sampai muterin dua kali jalan itu, namun tidak menemukan plang hotel atau pun wujud hotelnya. Cara terakhir adalah menelpon hotelnya. Saya berhenti di depan Central Park Kuta. Saya jelaskan posisi saya dan blinya bilang, saya tinggal masuk ke Central Park Kuta. Nah, di dalam itulah adanya Everyday Smart Hotel. Pas lihat, rupanya di Central Park Kuta itu ada plang Everyday Smart Hotel. Cuma tulisannya segede upil. Tak bisa dilihat. Hiuh!

Everyday Smart Hotel ini bisa dibilang cukup nyaman. Harganya pun murah untuk ukuran setengah backpacker. Hanya 310.000 rupiah saja, tanpa sarapan. Murah kan? Saya sih berani jamin, kamarnya cukup enak. Ada TV, rak untuk menaruh barang-barang kecil, ac dan kamar mandi cukup luas. Bisa mandi rame-rame bertiga atau berempat jika mau.

Setelah menaruh barang, mandi dan sejenisnya, saya menuju pantai Kuta. Rencana mau menghabiskan malam di Kuta dan makan malam di Tekor Bali, Legian. Sayang sungguh sayang, Tekor Balinya waiting list sampai 20 orang. Duaaang! Ini resto paling rame di sederatan Legian sepertinya. Ramenya karena makanan di  Tekor Bali enak-enak dan harganya pun cukup manusiawi. Sayang sekali ya. Padahal Bebek Betutunya super duper enakkk! Hiks! Terpaksa deh mencari resto lain, yang kualitas Bebek Betutunya jauh di bawah standar.

Namun, semua ketidakenakan itu terbayar suasana gemerlap lampu, debur ombak, sapaan angin dan gerhana bulan di timur langit. Malam terakhir di Bali ditutup dengan sempurna. Saya dan @dwiyuniartid menikmati malam diselingi perbincangan tentang perjalanan berikutnya akan dilakukan kapan, kemana, berapa lama dan bajetnya berapa. Hmmm…! #berpikirkeras

Yuk! Beli oleh-oleh:d

Sambil menunggu keputusan selanjutkan akan melakukan perjalanan kemana, kami berdua menulis list oleh-oleh apa saja yang akan di beli besok sebelum berangkat ke bandara. Ini sangat khas Indonesia sekali ya. Oleh-oleh! Itu sebenarnya saya malas membelinya, tetapi rasanya hampa kalau tidak membawa buah tangan. Jadilah saya belanja oleh-oleh di KRISNA. Selain barangnya lengkap, harganya pun pasti. Kalau beli di pasar, saya malas tawar menawarnya. Butuh kesabaran dan keuletan dalam menawar. Hoeh! Jadi lebih enak yang pasti-pasti saja ya.

Keesokan paginya, sebelum menuju bandara, saya mampir ke KRISNA. Membeli makanan, kerajinan dan kain. Ini list yang wajib untuk dibeli sepertinya.

Setelah semuanya lengkap, saya menuju bandara Ngurah Rai, bersiap terbang kembali menuju Jakarta.

Bali, selamat tinggal. Sampai bertemu lain waktu.

let’s fly away

“sonofmountmalang”

 

2 thoughts on “Seven Days in Bali; The last day

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s