Dongeng (16) Cinta mati 2

Suara petir di balik jendela sedang berlebihan. Bayangan kilat-kilat menerobos dari celah kaca nako. Malam ini, malam paling pas untuk mendongengkan tentang CINTA MATI, yang sempat tertunda, karena Tala si pendengar dongeng tidak berani mendengarkan dongeng serem. Malam ini dia siap mendengarkan dongeng serem.

    “Sudah siap?”

    “Hmmm…. siap deh. Tapi kalau ke toilet anterin ya.”

    “Haaahahaha! Cuh!”

    “Anterin!”

    “Iya!”

    “Oke. Lanjut!”

Seperti biasa. Seperti para pendongeng di seluruh dunia. Ada sebuah upacara keagamaan yang tidak boleh dilewatkan. Semacam minum wine, minum jack daniel’s atau minum-minuman penyemangat ingatan. Kalau saya, saya lebih memilih kopi, seperti biasa. Tapi, kapan-kapan boleh dicoba juga minum wine sebelum mendongeng. Kalau perlu, ganja sekalian mushroom, biar dongengnnya makin imajinatif dan absurd. Haks!

Malam ini saya ditemani Archipelago Espresso hasil roasting-an sempurna ala Quintinos. Jika diibaratkan perempuan, roasting-an Archipelago Espresso sangatlah matang, aroma tubuhnya bikin merangsang, rasanya di lidah bikin seluruh bulu berdiri kencang dan organ tubuh ngaceng. Dan, tentunya siap setubuhi bulat-bulat.

Untuk menyempurnakan rasanya, saya menyajikannya ala Moka Pot. Roh panas, harum dan pahit keluar gentayangan di seluruh ruangan kamar.

Kalau sudah begini, saya jadi bersemangat mendongeng. Tidak lupa juga memutar suara air mengalir di bebatuan dan tonggeret di tengah hutan. Sempurna!

Siaaap?!

Dongeng semalam lalu sampai di si wanita muda sudah ditemukan dalam kondisi berbusa. Dari mulutnya menyembur darah segar. Sepanjang perjalanan dari perkebunan tomat itu darahnya terus menyembur. Dia segera dibawa ke puskesmas. Satu-satunya puskesmas di kaki Gunung Malang, dan tidak ada dokter. Adanya hanya mantri dibantu suster.

Setelah mendapatkan perawatan apa adanya, wanita muda itu meninggal dunia di puskesmas. Berita tentang bunuh dirinya pun langsung menyebar ke seluruh kampung. Ini kejadian pertama di kaki Gunung Malang.

Cerita punya cerita, si wanita muda itu bunuh diri dalam kondisi mengandung  bayi usia tiga bulan di perutnya. Dia bunuh diri rupanya memang diputuskan pacarnya yang tidak mau bertanggung jawab, juga ayahnya tidak menyetujui hubungan mereka. Sangat rumit sekali persoalannya.

    “Ini mana seremnya sih?”

    “Sabaaarrr! Belum kelarrr!”

    “Ohhh. Hihihi! Oke. Lanjut!”

Karena dia meninggal dalam kondisi hamil tiga bulan dan caranya dengan bunuh diri pula, maka suasana malam pertama pun sangat mencekam. Seluruh penghuni di kaki Gunung Malang sudah tidak berani keluar lewat dari jam enam. Suasana begitu sunyi, senyap dan semakin menakutkan tatkala keesokannya ada satu warga kesurupan arwah si wanita muda itu.

Si wanita yang kesurupan itu tertawa meringkik. Dan sialnya, yang kesurupan justru penduduk dari desa tempat saya tinggal, bukan dari desa si wanita muda itu. Semakin hebohlah cerita tentang roh gentayangan. Segala cara dilakukan untuk mengusir roh gentayangan yang merasukin warga.

    “Kok tau dia kerasukan roh wanita yang bunuh diri?”

    “Itu yang kerasukan umurnya sekitar 45-50 tahun, tapi tiba-tiba gaya baju dan gaya hidupnya kaya anak umur 17 tahunan. Dia mengaku dan tahu detail semua kejadian si wanita muda itu. Bahkan dia minta juga ayahnya memaafkan si cowok, meksipun di satu kejadian dia suka teriak-teriak minta si cowok dibunuh.”

    “Ini seremnya mana?”

    “Itu nggak serem ya?”

    “Nggak sih.”

    “Rrrrrrr!”

Setelah satu warga kesurupan, di tempat lain, sudah mulai banyak kejadian aneh. Di puskesmas, katanya, setiap kali ada orang lewat, dari dalam sering terdengar tangisan bayi diselingi jeritan perempuan. Banyak juga cerita di rute jalan yang darahnya bercecerah itu, kalau malam, suka terdengar suara tangisan wanita di sudut jalan, di bawah pohon, di balik rimbunan bambu. Ada juga yang mendapati seorang perempuan berjalan menuju puskesmas dalam kondisi berlumuran darah. Cerita menyeramkan soal arwah gentayangan wanita bunuh diri dan hamil tiga bulan semakin banyak.

Segala jenis dukun sudah dikerahkan untuk mengembalikan ke alamnya, namun dukun itu malah suka kesurupan juga dan menyerah. Akhirnya, demi membentengi penduduk di kaki Gunung Malang, dukun setempat menyuruh penduduknya melindungi rumahnya dengan menaburkan garam ke sekeliling rumah yang sudah diberi doa.

Sampai ada wacana, kuburan wanita itu akan digali dan kakinya ditusuki banyak jarum. Namun tidak seorang pun yang berani menggalinya. Jadi, mereka hanya berdoa tengah malam di kuburannya. Ketika tengah malam berdoa di kuburannya, ada asap putih keluar dari kuburan tersebut. Tidak lama kemudian terdengar suara tawa, lalu jeritan dan tangisan di kuburan tersebut. Para pendoa tersebut kabur. Sekabur-kaburnya.

    “Kamu pernah liat penampakannya?”

    “Nggak sih.”

    “Kamu takut juga?”

    “Biasa aja. Kan semua itu cuma cerita penduduk. Aku nggak pernah melihatnya sendiri. Anak kecil waktu itu dilarang melihat ke puskesmas dan ikut ke kuburannya.”

   “Terus akhirnya gimana?”

Kira-kira dua bulan lamanya satu warga kesurupan, akhrinya perlahan dia sembuh. Dia bingung kenapa selama ini tidak sadar apa-apa. Oh, ya. Selama kesurupan, warga itu tidak ingin tinggal di rumahnya. Ia maunya tinggal di salah satu warga. Jadi, pas dia sadar. Dia kaget kenapa ada di rumah warga lain.

Dia akhirnya sembuh dari arwah gentayangan. Kehidupan seluruh penduduk kampung  di kaki Gunung Malang kembali normal. Mereka sudah melupakan kejadian tersebut meskipun ada sesekali cerita penampakan, tangisan bayi dan jeritan perempuan muda meminta tolong di puskesmas saat tengah malam.

Begitulah dongengnya. Masih banyak sih dongeng serem lainnya kalau mau dilanjut sekarang.

Gimana? Serem kan? Atau mau lanjut dongeng serem berikutnya?

Sudah tidak ada jawaban. Pendengar dongengnya sudah bobo nyenyak tuh. Entah saking seremnya atau apaan ya dia tidur duluan. Besok-besok akan saya dongengin yang lebih serem lagi biar dia nggak tidur. HIHIHIHIHIHIHIH!! *ketawa ala wanita muda gentayangan di tengah kuburan*

 

“sonofmountmalang”

6 thoughts on “Dongeng (16) Cinta mati 2

  1. Mantap gan, jadiin script Kuntilanak Kaki Besi trus jual ke producer. Mungkin Koya Pagayo atau KK Dheeraj, jago2nya film gituan. Trus castinglah bintang panas dari amrik buat bumbu pemanis visual. Ceritanya jadi Sunda bule gitulah. Mungkin Tera Patrick mau sekuel setelah maen Rintihan Kunti Perawan?

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s