6haridiBali (2) awalan sebuah perjalanan

Siap mendarat santai #6haridiBali

Siap mendarat santai #6haridiBali

Seluruh cerita perjalanan di #5days4nightsinbali dua tahun lalu, dan #sevendaysinbali setahun lalu belum tertuliskan semuanya. Ada banyak sisaan-sisaan tak terceritakan. Ketika waktunya ada, akan terceritakan juga. Sementara kini, saya akan memulai awalan sebuah perjalanan baru, lagi, ke pulau yang tidak pernah istirahat menyuguhkan hiburan, kesenangan, ketenangan atau apa pun. Semuanya ada di pulau ini, Pulau Sejuta Dewa.

Saya akan memulai awalan sebuah perjalanan super santai dalam  #6haridiBali bersama partner saya, tentunya, yang selalu merem-bangun-ngunyah-merem-bangun-ngunyah selama di perjalanan. Perkenalkan, lagi, partner saya, @dwiyuniartid.

Perjalanan kali ini saya akan menginap semalam di Lovina, dua malam di Ubud dan dua malam di Seminyak. Rute jalan-jalan santai ini menggunakan Avanza kuning metalik dari rental wayanbalimutia, dengan harga sewa 180.000 rupiah per hari. Google Map di Samsung Galaxy Note yang akan menunjukkan rute Bandara – Lovina dan rute jalan-jalan selama di Bali supaya tidak terlalu nyasar-nyasar banget dan bisa eksplor jalan curut.

Perjalanan saya pun dimulai Bandara – Lovina. Di sepanjang jalan tersebut banyak ditemui tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi turis. Namun saya melewatkan semuanya karena sudah pernah saya datangi dua tahun lalu.

Beberapa tempat wisata yang cukup terkenal di rute ini adalah Pura Taman Ayun, ngopi di tengah Kebun Kopi, Kebun Raya Bedugul, Pura Ulun Danu di Danau Beratan, Danau Buyan, Danau Tamblingan, monyet-monyet di hutan sekitar danau. Buat kalian yang mau menikmati penginapan dengan nuansa dingin penuh kabut, menginaplah di sekitar Baturiti, Bedugul dan sekitar danau. Kalau lapar pun gampang, sepanjang perjalanan di sekitaran Baturiti-Bedugul, kalian akan menemukan banyak rumah makan betutu, babi guling sampai nasi liweut segala. Komplit! Dijamin perut tidak kukuruyukan!

Setelah melewati Danau Beratan, saya pun bertemu jalan bercabang. Ke kiri dan ke kanan. Belok kiri ke arah Munduk yang ujung-ujungnya juga akan sampai ke Lovina. Belok kanan ke arah Gitgit. Ujung-ujungnya juga akan sampai ke Lovina. Bedanya, di rute Munduk akan bertemu Air Terjun Munduk. Rute Gitgit akan bertemu Air Tejun Gitgit. Kalau kalian mau mendapatkan dua-duanya, gampang saja. Berangkatnya ambil jalur ke Munduk, pulangnya ambil jalur Gitgit. Jadi, tidak akan terlewatkan semua wisata sepanjang Bandara-Lovina. Kali ini saya mengambil rute Gitgit saja. Ya biar suasananya beda.

Ternyata rute Gitgit tidak jauh beda dengan Munduk. Sama-sama meliuk-liuk. Sama-sama dingin berkebut. Padahal jarum jam baru menunjuk angka druua. Brrrrr….! Enak banget ya!

Rute perjalanan di sepanjang jalan Gitgit banyak sekali ditemukan perkebunan cengkeh, kopi dan coklat, sama halnya ketika perjalanan melewati Munduk. Kapan pun kalian berhenti di dua rute ini, pasti sangat menyenangkan. Mau coba? Silakan! Sementara saya terus melajukan mobil menuruni jalanan meliuk dan ingin segera sampai di Lovina untuk berenang santai di lautnya.

Bagi yang nyetirnya santai seperti saya, waktu tempuh 2 jam di Google Map pun akhirnya saya tempuh 3 jam saja. Sing penting selamat ya. Lagian untuk apa sih di Bali ngengebutan. Nikmati perjalanan, nikmati hujannya, nikmati kabutnya, nikmati wangi dupanya dan nikmati semuanya. Setuju?

Setelah tiga jam awalan perjalanan, saya sampai di penginapan Melamun, Jalan Laviana – Banyualit, Singaraja. Di sini saya disambut seorang bapak setengah tua dengan nametag Nyoman, tersenyum super ramah dan bilang dalam bahasa Indonesia berlogat kental Bali yang nyaris tidak bisa saya mengerti,”Sekarang check-in lagi? Kemaren sudah check out.”

    “Heh?”

    “Mau check-in lagi ya.”

    “Kemaren?”

    “Iya. Yang kemarennya check-in.”

    “Oh, bukan. Saya baru mau check-in sekarang.”

Si bapak setengah tua itu langsung kebingungan. Partner saya keluar dan menunjukkan print booking-an Agoda. Biar dia yang urus deh. Saya mau parkir dulu ya.

Beberapa menit setelah mengurus check in dan sekaligus bayar 140.000 rupiah untuk hunting lumba-lumba, partner saya cerita,”Si bapak itu bilang, katanya kemarenan itu ada orang check-in mirip banget sama kamu, tapi udah check-out.”

    “Haaaaaa?! Pantesan dia akrab banget.”

Atau, kembaran saya dari dunia paralel baru saja selesai liburan di sini. Hmmm…! *masuk akal*

Lalu, seperti apa wajah Lovina, penginapannya, makanannya, orang-orangnya dan serunya hunting lumba-lumba ketika matahari melek di ujung timur? Kalau mau tahu, mari yuk kita tunggu postingan berikutnya di #6haridiBali ya!

 

Yuk ah intip fotonya sedikit!

Rute kiri setelah pecahan di bedugul itu melewati MUNDUK. Rute sebelah kanan melewati GITGIT.

Rute kiri setelah pecahan di bedugul itu melewati MUNDUK. Rute sebelah kanan melewati GITGIT.

Foto dua tahun lalu; Pura Taman Ayun

Foto dua tahun lalu; Pura Taman Ayun

Foto dua tahun lalu; Acara menyangrai menggunakan kayu bakar

Foto dua tahun lalu; Acara menyangrai menggunakan kayu bakar di tengah kebun kopi di Baturiti

Foto dua tahun lalu; Kebun kopi Kintamani

Foto dua tahun lalu; hasil sangraian kopi. wanginya enak.

Foto dua tahun lalu; Pura Ulun Danu

Foto dua tahun lalu; Pura Ulun Danu

Foto dua tahun lalu; Danau Buyan

Foto dua tahun lalu; Danau Buyan

Foto dua tahun lalu; Danau Tamblingan

Foto dua tahun lalu; Danau Tamblingan

Foto dua tahun lalu; Air Terjun Munduk

Foto dua tahun lalu; Air Terjun Munduk

Rute jalan melewati GITGIT. Jam dua udaranya seperti ini. Siapa yang mau tinggal di sini?

Rute jalan melewati GITGIT. Jam dua udaranya seperti ini. Siapa yang mau tinggal di sini?

Ngebut di jalanan berkabut itu sensasi seru sambil membuka jendela dan membiarkan kabut masuk. Hmmm...! SURGA!

Ngebut di jalanan berkabut itu sensasi seru sambil membuka jendela dan membiarkan kabut masuk. Hmmm…! SURGA!

Penampakan lautan Lovina di jam empat sore. Mendung dan sepertinya tidak ada SUNSET.

Penampakan lautan Lovina di jam empat sore ketika menyambut kedatangan kami berdua. Mendung dan sepertinya tidak ada SUNSET.

“sonofmountmalang”

 

 

30 thoughts on “6haridiBali (2) awalan sebuah perjalanan

  1. baru kali ini liat air terjun di bali
    biasanya cuman liat pantai aja

    ngemeng2 itu danau namanya danu buyan
    buyan dalam bahasa palembang artinya…..
    xixixixi ga tega aku ;D

  2. A nice story with a funny twist…did you ever meet your twin😉 Lovely pictures by the way. I will definitely put Bali on my wish-list if it’s not there yet…have a good weekend my friend!

  3. Fascinating pictures .Thank you for liking my post ( 200th. Post) wishing you the best my friend.Jalal

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s