6haridiBali (14) Menyapa Saudara Jauh di Hutan Monyeeetttttt!

Heeeeeee?! Imut banget ya, mirip kalian pas bayi:p

Heeeeeee?! Imut banget ya, mirip kalian pas bayi:p

Bangsa Indonesia ini dijajah Belanda. Eh, bukan dijajah tepatnya, tetapi dikoalisikan. Bukan juga ya. Apa pun itu istilahnya, yang jelas saya ingin bilang, bangsa kita ini lebih mendalam dan lama bersentuhan dengan dunia Belanda, tetapi sekarang kita lebih sering menemukan nama-nama berbau nginggris di berbagai pelosok nusantara. Ada apa dengan bahasa Indonesia? Sudah nistakah bahasa kita ini? Atau sudah tidak layak pakaikah? Atau sudah saatnya musnah dan digantikan oleh bahasa Inggriskah? Saya tidak tahu sih tepatnya. Juga, saya tidak akan membahasnya. Lain kesempatan akan saya bahas.

Namun, ada contoh kecil di beberapa bagian Bali. Ubud misalnya, dengan Monkey Forest-nya. Kenapa nama yang digunakan bukan Hutan Monyet atau Taman Monyet saja? Kenapa harus Monkey Forest? Terkesannya saya mempermasalahkan seiprit istilah ya, tapi ya ini Indonesia. Bisakah kita menggunakan bahasa Indonesia. Biarlah turis-turis asing itu belajar bahasa Indonesia, atau bahasa Bali sekalian saja. Tidak ada ruginya. Menurut saya lho. Memangnya, kalau kalian ke Amerika atau Inggris atau beberapa negara mana pun, kalian disediakan plang berbahasa Indonesia atau istilah-istilah atau nama-nama berbahasa Indonesia? Tidak kan ya. Ada. Mungkin. Oke. Lupakan saja. Saya belum pernah ke luar negeri. *norak*

Saya akan kembalikan ke Monkey Forest atau Hutan Monyet. Hutan ini letaknya ada di tengah Ubud. Bisa dibilang salah satu dari sekian paru-paru Ubud yang masih tersisa dan terjaga lumayan baik.

Tidak ada yang sebegitu istimewa di hutan ini, selain monyet-monyet centil bergelantungan, berlarian dan loncat sana sini. Tapi jika kalian menggunakan pemandu orang Bali, akan banyak cerita tentang Hutan Monyet ini. Semisal, raja yang pernah tinggal di dalam hutan ini, pura-pura, kolam purba untuk mandi atau banyak lagi cerita yang tidak akan pernah kita dapatkan jika masuk tanpa pemandu.

Saya tidak memakai pemandu kali ini. Tujuannya pun sederhana. Saya ke Hutan Monyet untuk merasakan aroma hutan di tengah pikuk Ubud saat sore.

Jadi, buat kalian yang sudah bosan jalan-jalan di Ubud dari satu café ke café lainnya, tidak ada salahnya juga mampir ke Hutan Monyet. Ya, sekedar menikmati hutan atau bercanda dengan monyet. Tidak berminat juga tidak apa-apa. Hutan Monyet bukanlah wisata wajib di Bali.

SALAM NGAK NGAK NGUK NGUK!

Selamat datang onyet onyetttt:p

Selamat datang onyet onyetttt:p

Masuk ke Hutan Monyet ini emang berasa ada di dimensi lain. Penuh lumut, penuh monyet, suara sungai dan pohon-pohon besar.

Masuk ke Hutan Monyet ini emang berasa ada di dimensi lain. Penuh lumut, penuh monyet, suara sungai dan pohon-pohon besar.

Kolam renang jebot banget nih umurnya, tapi airnya bening banget, sebening kamu. Halah!

Kolam renang jebot banget nih umurnya, tapi airnya bening banget, sebening kamu. Halah!

Air sungai mengalir lumayan deras. Jaman dulu, mungkin ya, di sungai ini banyak gadis Bali mandi. Duh! Saya lahir di jaman yang salah nih. Hmmm:d

Air sungai mengalir lumayan deras. Jaman dulu, mungkin ya, di sungai ini banyak gadis Bali mandi. Duh! Saya lahir di jaman yang salah nih. Hmmm:d

Akar pohon untuk gelantungan. Siapa mau?

Akar pohon untuk gelantungan. Siapa mau?

Manusia emang norak. Lihat monyet aja girangnya setengah mampus. Hiuh! Monyet aja sampe bingung.

Manusia emang norak. Lihat monyet aja girangnya setengah mampus. Hiuh! Monyet aja sampe bingung.

YES! Partner saya pun kesampaian berfoto dengan saudara jauhnya. Seneng banget dia. Haaaaaahahahah!

YES! Partner saya pun kesampaian berfoto dengan saudara jauhnya. Seneng banget dia. Haaaaaahahahah!

Santai aja broohhh!

Santai aja broohhh!

“sonofmountmalang”

21 thoughts on “6haridiBali (14) Menyapa Saudara Jauh di Hutan Monyeeetttttt!

  1. Pingback: 6haridiBali (14) Menyapa Saudara Jauh di Hutan Monyeeetttttt! | Home Far Away From Home

  2. kalau yang di sini gak galak kayak yang di Uluwatu yak?
    btw… mirip tuh.
    ane bahkan sempet foto bareng sama kembaran ane. ketemu di sana.

  3. Monyet emang norak. Lihat manusia aja girangnya setengah mampus. Hiuh! Manusia aja sampe bingung.
    *korban jatuh kepleset di utan monyet* *oleh2nya kamera ane bocel*

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s