6haridiBali (16) Mencekik Dompet di Potato Head Beach Club

Sebuah jendela merupakan sepasang mata bola penuh jiwa untuk melihat sebuah dunia. Hmmmm...! Potato Head Beach Club. Bangunan sejuta jendela.

Sebuah jendela merupakan sepasang mata bola penuh jiwa untuk melihat sebuah dunia. Bagaimana kalau jendela sebanyak ini. Hmmmm…!
Potato Head Beach Club. Bangunan sejuta jendela.

Seminyak.

Dua minyak.

Tiga minyak.

Seberapa pun banyaknya, tetap Seminyak, tempat terakhir saya mendarat di #6haridiBali. Wajah Seminyak 11-12 dengan Legian, 11-12 dengan Kuta dan tidak usah terkejut, ini wajah Bali modern. Tidak cocok untuk kaum penyuka keaslian Bali atau pun anti hacepan atau sejenisan hedonisme dimana uang meluncur dari dompet dengan deras.

Nah, setelah bersemedi di sepinya Lovina, Kintamani dan Ubud, saatnya saya mencicipi keriuhan di Seminyak. Kali ini saya mencicip mahalnya makanan dan minuman di Potato Head, sejuta jendela kayu.

Ini tempat untuk apa saja bisa. Makan. Minum. Berenang. Berjemur. Bercanda. Kawin juga bisa kayanya. Siapa saja boleh masuk ke tempat ini. Sekedar berjemur juga bisa, dengan bermodalkan beli air putih atau pun coca cola.

Sepintas, dari luar, terlihat keren ya. Secara bangunan pun “WOW!”, tapi seperti tempat mahal-mahal pada umumnya, ya seperti itulah. Kita tidak akan bisa mendapatkan unsur romantik sunyi, semisal ketika berada di ujung Ubud, ujung Amed, ujung Lovina dan ujung-ujung Bali lainnya yang masih belum tersentuh kehidupan hedon-glamor.

Saya dan @dwiyuniartid masuk dan mencoba Potato Head hanya karena penasaran. Saya pun tidak berlama-lama. Hanya hanya bertahan dua jam. Gatel mau nyebur ke lautnya, tapi ombak dan airnya kurang seru. Ditambah juga, mayoritas yang datang ke sini pasangan dan keluarga bule. Jadi berasa turis di negeri asing.

Buat kalian yang ingin mencicipi sisi Bali yang memabukan, mungkin menjelajah Legian, Kuta, Seminyak atau Nusa Dua dan beberapa tempat-tempat lainnya.

Silakan.

Jendela langit.

Jendela langit.

Sebagai warga dunia keturunan narsisius, maka menarsislah dia dulu.

Sebagai warga dunia keturunan narsisius, maka menarsislah dulu. HIDUP NARSIS!

Dimana-mana jendela.

Dimana-mana jendela.

Beer, please!

Beer, please!

Spot untuk memanen senja sambil menikmati sebotol kunang-kunang.

Spot untuk memanen senja sambil menikmati sebotol kunang-kunang.

I'm comiiinggg! Enaknya, pelayan-pelayan di sini sangat ramah, ke turis lokal macam saya.

I’m comiiinggg! Enaknya, pelayan-pelayan di sini sangat ramah, ke turis lokal macam saya pun.

Jus nanas mampu meredam panasnya Seminyak. Hanya sementara.

Jus nanas mampu meredam panasnya Seminyak. Hanya sementara.

Minum ini siang bolong sambil melihat bebikian. Makin tambah haus.

Minum ini siang bolong sambil melihat bebikian. Makin tambah haus.

Kenyang!

Kenyang!

DOH! Ini ABG-ABG lokal ini. Menggemaskan. Dari sekian bule-bule berbikini, saya menemukan mereka berjemur kikuk. Hmmm...!

DOH! Ini ABG-ABG lokal ini ya. Menggemaskan. Dari sekian bule-bule berbikini, saya menemukan mereka berjemur kikuk. Hmmm…! *ngeces parah! kemudian ditoyor @dwiyuniartid*

“sonofmountmalang”

35 thoughts on “6haridiBali (16) Mencekik Dompet di Potato Head Beach Club

  1. wondering….
    ABG lokal ngapa pake berjemur segala ya? mana pake kikuk lagi!
    bukannya orang lokal paling takut ama matahari?

    anyway, kalo di bali ada bangunan dengan jendela segitu banyaknya
    apa pintunya pada diusung di semarang ya? di lawang sewu itu
    xixixixixixi

  2. Liburan ke beberapa tempat di Bali sekarang kurang cukup kalo gajinya IDR,kudu ikutan punya gaji USD dulu Mas baru tenteram hatinya😀 itu ABG lokalnya abis berjemur,balik ke kota langsung suntik putih deh kayaknya hehee *bisa diitung pake jari cewe Endonesah yg rela menjadi hitam apa adanya🙂

  3. Hi,itu boleh masuk cuma untuk berenang dan foto2 disana ya?? Harga masuk nya berapa yaaa?makasih😀

  4. mau tanya kalo pas masuk disamperin waitressnya langsung disuruh pilih mau duduk dimana atau bebas aja masuk , kali gitu numpang foto di dalem aja ga ketauan dan gratis wara wiri….haha ogah rugi..infonya ya broooo,,thanks

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s