(8) weekend getaway; kopi luwak lampung

Rejeki dari hasil terapung-apung di Lampung adalah mendapatkan lumayan banyak KOPI LUWAK Lampung. Cuma ya kopinya masih dalam kondisi PR alias belum diapa-apain.

Kopi pada umumnya memiliki, setahu saya saja, tiga lapisan utama, selain lapisan lendir-lendiran. Lapisan pertama berupa cangkang bagian paling luar. Yang muda berwarna hijau dan yang sudah matang sekali berwarna merah. Lapisan ini yang biasa dimakan LUWAK. Rasanya manis kalau sudah merah. Lapisan berikutnya berwarna krem atau putih kecoklatan. Lapisan ini cukup keras. Lapisan pelindung kopi.

Untuk melepaskan lapisan ini, saya menggunakan cara manual saja, yaitu dengan cara dijemur sampai kering sekali. Setelah garing, biji kopi tinggal diremas atau ditumbuk supaya cangkangnya terlepas.

Setelah lapisan ini terlepas, masih ada lapisan berikutnya. Yaitu lapisan paling nempel dengan biji kopi. Saya sebut saja lapisan selaput dara. Lapisannya sangat tipis dan untuk melepaskannya ada dua cara. Saya merendamnya sambil digilas sampai habis atau bisa juga ditumbuk, kemudian ditapi menggunakan nampah besar. Bahasa Indonesianya ditapi apaan yak? Ya, begitulah. Sampai lapisan selaput daranya bersih.

Biji kopi yang bersih dijemur kembali sampai sungguh kering. Untuk mengetahui kering atau tidaknya, caranya dengan menggigit biji kopi. Jika digigit sudah berasa menggigit batu, ya itu tandanya sudah kering.

Selanjutnya, saya mengambil beberapa sendok biji kopi kering, lalu mencoba menyangrai menggunakan wajan sampai tercium harum kopi yang segar.

Siapkan penggilingan. Siapkan alat pembuat kopi. Dan marilah kita semua santai menikmati KOPI LUWAK LAMPUNG ALA SYHPON. Rasanya menyegarkan kehidupan. Mau?

Terima kasih buat OOM MARKUS atas KOPI LUWAKNYA. Yuk kita cekidot fotonya.

Biji kopi yang sudah matang dipohon ini siap dimakan LUWAK atau MUSANG nama lainnya.

Biji kopi yang sudah matang dipohon ini siap dimakan LUWAK atau MUSANG nama lainnya.

Ini EE LUWAK sudah dibersihkan dan dijemur. Sebagian sudah saya lepaskan cangkangnya.

Ini EE LUWAK sudah dibersihkan dan dijemur. Sebagian sudah saya lepaskan cangkangnya.

Lapisan cangkang ini paling repot lepasinnya.

Lapisan cangkang ini paling repot lepasinnya.

Lapisan cangkang yang sudah kering. Diremas sedikit saja sudah bisa mengelupas.

Lapisan cangkang yang sudah kering. Diremas sedikit saja sudah bisa mengelupas.

Tahan selanjutnya melepaskan selaput dara dari biji kopi.

Tahap selanjutnya melepaskan selaput dara dari biji kopi.

Ini biji kopi yang sudah bersih dari selaput dara.

Ini biji kopi yang sudah bersih dari selaput dara.

Selanjutnya biji kopi disangrai sampai keluar aroma wanginya. Kalau ini sih feeling saja. Begitu kata nenek ketika ia masih hidup.

Selanjutnya biji kopi disangrai sampai keluar aroma wanginya. Kalau ini sih feeling dan mengandalkan penciuman saja. Begitu kata nenek ketika ia masih hidup.

Siapkan penggilingan.

Siapkan penggilingan.

Tra raaanggg! Hasilnya lumayan halus juga nih penggilingan.

Tra raaanggg! Hasilnya lumayan halus juga nih penggilingan.

Kali ini saya bikin ala SYPHON ya.

Kali ini saya bikin ala SYPHON ya.

Kopi sudah jadi. Marii...!!

Kopi sudah jadi. Marii…!!

“sonofmountmalang”

Advertisements

33 thoughts on “(8) weekend getaway; kopi luwak lampung

  1. wuih sama2 penyuka kopi toh. sy juga suka kopi luwak, pahitnya berasa banget. pokoknya kopi asli, pasti sy suka. kalo udah dicampur ini itu, pake krim dll, kejantanan sy berasa hilang.

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s