hukum gantung

Lampung169

“Salah satu pemandangan di Pantai Pasir Putih, Lampung. Ketika seorang nelayan hanya mendapatkan sekantong ikan. Dia menggantungnya di ranting pohon, sementara nelayannya tertidur nyenyak di bawahnya. Mungkin nelayan ini takut pulang ke rumah karena hasilnya tidak cukup banyak untuk dijual ke pasar. Untuk melepaskan rasa kecewanya, ia memejamkan mata. Siapa tahu di mimpi ia bisa menghasilkan banyak ikan.”

lampung. indonesia.

“sonofmountmalang”

13 responses to “hukum gantung”

  1. Masalahnya begitu bangun, ikan yang digantung sudah hilang digondol kucing 😦

    1. Justru tadinya mau saya ambil mas. Lumayan kan buat digoreng kering enak tuh.

    1. Bukan. Selar kayanya:d *sotoy*

        1. Bukan. Itu ikan peda. Eaaa!

          1. dibilang juga apa! Ikan kembung itu mah..

  2. duuuh apes nian, udah hasil tangkapan sedikit trus cuman dipotret doang, ga dibeli…..

    1. Dibeli juga mau diapain. Ini dalam perjalanan masih jauh menuju tujuan:d. Dimakan mentah palingan.

      1. lha sushi kan juga ikan mentah tho?

        1. Iya, tapi ini ikan apa ya kalau disusi apa kabar rasanya:d

          1. yah itung2 eksperimen gitu lho
            sapa tau jadi penemu sushi dari jenis ikan yang lain juga
            xixixiixi

            1. Hahahahah! Itu enaknya digoreng kering. Dikasih nasi panas. Dikasih sambel ulek. Dikasih lalapan seger. Plus teh tawar panas. Nah tuh! Baru penemuan:p

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: