(7) weekend getaway; berhenti untuk apa?

Ngumpet?

Ngumpet?

Kencing sebagai pertanda kalau dia sudah pernah ke sini.

Kencing sebagai pertanda kalau dia sudah pernah ke sini.

Maen yuk di sini.

Maen yuk di sini.

Levitasi gagal.

Levitasi gagal.

Nggak tahu nih konsep foto apaan. Asal jepretlah pokoknya.

Nggak tahu nih konsep foto apaan. Asal jepretlah pokoknya.

Dari sinilah permen karet, kondom, ban dan segala sesuatu yang berbau karet berasal.

Dari sinilah permen karet, kondom, ban dan segala sesuatu yang berbau karet berasal.

Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi sebukit. Filosofi menyadap getah karet.

Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi sebukit. Filosofi menyadap getah karet.

“Ada banyak hal yang biasa saya, dan orang lain, mungkin, lakukan ketika melakukan perjalanan jauh atau pun dekat. Semisal, berhenti untuk makan. Berhenti untuk memotret. Berhenti untuk buang air kecil atau pun air besar. Berhenti untuk bernapas menikmati udara segar di perjalanan. Berhenti untuk meluruskan badan. Berhenti untuk narsis di pinggir jalan. Berhenti untuk norak-norakan. Berhenti untuk melakukan hal apa saja. Seperti ketika saya melakukan perjalanan ke Lampung. Ada makam bagus, berhenti di makan dan foto-foto. Ada air terjun bagus, berhenti, berenang dan foto-foto. Ada ini ada itu, berhenti. Ada kebun karet, berhenti dan foto-foto. Bagaimana dengan kalian? Berhenti untuk apa?”

 

“sonofmountmalang”

 

12 thoughts on “(7) weekend getaway; berhenti untuk apa?

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s