jamur paku payung

udang gunung malang19

JAMUR PAKU PAYUNG. Penduduk di kaki Gunung Malang sih menyebutnya begitu. Jamur ini cukup keras. Seperti kayu. Yang sudah tua dan kering lebih keras lagi. Mitosnya, jika ingin anak bayi jalannya cepat lancar atau untuk anak yang jalannya terlambat, setiap pagi dan sore mengetuk-ngetukkan jamur ini ke dengkulnya. Katanya sih supaya dengkulnya tersugesti kuat dan bisa membuat anak bisa berjalan di usia batita dengan lancar. Katanya lho. Jamur ini masih bisa ditemukan banyak sekali di hutan Gunung Malang atau pun di kebun pertanian. Jamurnya tumbuh di pohon kering atau pohon yang sudah mati. Tidak bisa dimakan, menurut mereka, dan berfungsi juga sebagai hiasan di meja ruang tamu atau ditempel di dinding kayu sebagai hiasan.

 

“sonofmountmalang”

10 responses to “jamur paku payung”

  1. kok mengkilap gitu ada lendirnya ya?

    1. Itu ke hutan pas jam 7 pagi dengan kondisi semuanya dipeluk embun. Halah!

      1. hm… mesti bikin iri…

  2. Itu buat hiasan gimana cara nempelinnya ke dinding kayu ya?

      1. Oh kirain ada caranya supaya dia juga bisa tumbuh di dinding . . .

      2. Yang dijadiin hiasan yang udah tua banget dan keras kaya kayu:p

  3. keren macro-nya om…

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: