dialog absurd tukang becak dan orang china

jogja00131

becak.jogja.indonesia

SKDIR.

Prolog

Bercinta

Adalah berwiraswasta

Dalam bidang jual beli asmara

Bercinta

Adalah awal dari rencana

Menambah jumlah manusia

Bercinta

Boleh untuk siapa saja

Bercinta itu bebas dan rahasia

Bebas tempat

Bebas becak

Dan bebas pajak

 

Tukang becak: Haaahh…! Begini nasib jadi tukang becak…, badan cape, kaki pegel, mencari duit dua juta sehari..! heeehh! Cita-cita dari kecil mau jadi penyanyi pop. Sudah gede, eh yang sukses malah jadi tukang becak! Kacau! Kacau! Kacauu! Kawan-kawan sekolah waktu di SD dulu, ada yang sudah jadi dokter, jadi mayor, jadi bintang film, malah ada yang sudah jadi gelandangan segala! Kenapa gue sendiri yang jadi tukang becak…! Aneh…! Hidup salah jurusan…! Heeehhh!

 Orang china: (Logat cina) Caaakkk! Aaaa! Becccakkk!!

Tukang becak: Yaaaa!

Tukang becak: Alhamdulilah, ada penumpang nih. Dasar gue mesti dapet rezeki.

Orang china: Heiii! Becccaakkk!!!

Tukang becak: Iyaaaa! Pake becak ko’?

Orang china: Aaa! Owe owe owe!

Tukang becak: Kemana ko’?

Orang china: Oooo…! Jangan tanya! Tidak usah tahu! Itu mah rahasia owe atuh!

Tukang becak: Haaa! Habis bagaimana?

Orang china: Apa bagaimana? Bukan bagaimana bagaimana! Owe mau pake becak sia tolol!

Tukang becak: Iya, mau kemana?

Orang china: Itu mah urusan owe atuhhh….! Rahasia! Maneh tidak usah tahu! Pokoknya owe anter ke statsiong!

Tukang becak: Nahhhh! Begitu atuh. Boleh ko!

Orang china: Lima perak yak!

Tukang becak: Lima perak?!!!

Orang china: A!

Tukang becak: Kira-kira ko! Masa lima perak?!

Orang china: Lima perak juga duit sia tolol!

Tukang becak: Iyaaaa, tapi masa jaman sekarang naek becak lima perak!

Orang china: Haiyaaa! Habis, maneh mintanya berapa?

Tukang becak: Hmmm…! Dua jutalah!

Orang china: Haaaahhh!!! Dua yutaaa?!!!! Tukang becak gelo sia!! Masa dua yuta! Jangan maen-maen sia gelo! Pake pikiran atuh! Dua yutamah naek ke gunung himalaya gitu! Tolol! Adooohh! Owe sampe heran! Heraaann! Seumur hidup baru dengar! Ada ongkos becak sampe dua yuta! Kira-kira sia monyeeee!

Tukang becak: iya, habis. Engko juga tidak kira-kira. Nawar becak lima perak. sudahlah! Yang benar aja, gopek!

Orang china: O! jangan mahal-mahal! Gocung ya!

Tukang becak: Gocung!?

Orang china: A!

Tukang becak: Gocung itu berapa?

Orang china: A! situ gope belapa?

Tukang becak: Gope itu lima ratus…!

Orang china: A! Jadi gocung itu tiga ratus, tolo!

Tukang becak: Halah! Udahlah, lima ratus cukup ko!

Orang china: Begeimana kalau tiga ratus? Nanti owe kasih tambahan dua ratus!

Tukang becak: Tiga ratus, tambahan dua ratus…

Orang china: A!

Tukang becak: Iya, lima ratus!

Orang china: Ooo tidak! tiga ratus…, tambahnya dua ratuss….!

Tukang becak: Iyaaaaa! Jadi lima ratusss!

Orang china: Ooo tidakk! Jangan paksa orang! Aaa! Tiga ratus, tluy owe kasih tambah dua ratus…!

Tukang becak: Iya iya iya, sudah. Udahlah ko! Naek kok! Penglaris!

Orang china: Nah, begitu! Statsiong yak!

Tukang becak: Iyalah!

Tidak berapa lama kemudian.

Orang china: Eh! Stop! Stoopp sia gelo!

Tukang becak: Ada apa ko’?

Orang china: (ngos-ngosan) Haduh! Hah! dasar tukang becak tidak punya pikilan! Heh! Tukang becak tidak punya perasaan! Gelo sia!

Tukang becak: (santai) kenapa ko?

Orang china: Kenapa!?? Diam-diam sajahhh! Pake otak atuhh! Pake perasaann!!! Owe mau naek becakk! Owe penumpang! Di situ tukang becak! Masa tukang becak duduk di depan! Ari owe di belakang! TOLO’!!!

Tukang becak: Aduh! Iya ya. maaf, ko’! saya melamun…

Orang china: melamun melamun, monyeee sia! Pantesan owe heeeraaann! Owe naek becak! Tapi kenapa owe yang cape! Hayo turun! Pindah sia!

Tukang becak: Oh iya ko, sok silakan duduk atuh ko’

Orang china: Haiyaahhh!

Beberapa lama kemudian.

Orang china: Hop! Hop! Stop! Stoppp! Kenapa owe dibawa ke sini haaa?!! Ini tempat maen sepak bola!

Tukang becak: Iya, katanya ke stadion! Stadion ya ini kok!

Orang china: Adoooohh! Dasar orang tidak punya pikiran!

Tukang becak: Tidak punya pikiran bagaimana?! Kata engko tadi ke stadion.

Orang china: Adoh adohhh! Bukan ke stadion! Statsiongggg, toloooo! Statsiong kereta api!

Tukang becak: Ohhhhhhhhh! Statsionnn…..! Heeee! Kenapa tadi bilang stadion!

Orang china: Dari tadi juga bilang, statsionggg! Tolo!

Tukang becak: Statsionggg statsionggg! Statsion gitu!

Orang china: Iya, statsionggg!

Tukang becak: Statsionn!!!

Orang china: Mana bisa owe bilang statsion!

Tukang becak: Nah itu bisa?!

Orang china: Maap, itu tidak sengaja atuh!

Tukang becak: Heeeee!

Orang china: Kira-kira atuh! Masa owe mau naek kereta api ke Surabaya, jadi nonton sepakbola! Pake pikiran atuh!

Tukang becak: Ah sudahlah! Sok naek lagi ko’!

Tamat!

*De Kabayan, Kang maman mencari mencari gadis jujur Ini grup lawak lawas dan masih lucu sampai sekarang kalau didengerin sambil nunggu, nulis dan ngedit foto. Xixixixi!

“sonofmountmalang”

5 thoughts on “dialog absurd tukang becak dan orang china

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s