kemping kemping ke puncak gunung

Tinggian dikit, kita bisa panen bintang nih.
Tinggian dikit, kita bisa panen bintang nih.
Dulu. Dulu sekali. Saya sering kemping. Kemping ke kebun. Kemping di halaman rumah. Kemping di belakang rumah. Kemping di saung tengah sawah.
Dulu. Dulu sekali. Kempingnya sederhana. Tidak pakai tenda mahal. Kempingnya pakai kain batik saja. Fondasinya juga dari bambu. Jadinya sih bukan tenda, tapi saung. Atapnya terbuat dari susunan daun pisang. Bilik-biliknya dari anyaman daun aren. Alasnya juga dari anyaman daun aren. Di depan….
Eh, ini kan bagian dari DONGENG SEBELUM TIDUR. Nanti saja ya, bacanya di dongeng sebelum tidur.
Haks!
Nah, kali ini saya bosan menginap di hotel. Gaya gilak! Sekali-kali mengajak Ranting dan emaknya tidur di tenda, di tengah padang rumput aka padang golf, di kaki gunung, di gemuruh sungai berbatu dan udara dingin yang menembus jantung, Cibodas.
Saya mengajak mereka kemping untuk pertama kalinya. Kayanya mereka belum pernah kemping sih. Ya iyalah. Yang satu masih bayi. Yang satu anak kota. Mana pernah sih ya mereka nginep di tenda.
Percobaan pertama, saya ajak mereka kemping di Cibodas. Tepatnya di padang golf Cibodas. Sebenarnya ada bumi perkemahan Mandalawangi. Cuma pas survei, tempatnya terlalu ramai dan kurang nyaman kalau bawa anak kecil. Saya memutuskan kemping di Cibodas. Sebenarnya kemping di sana bisa dengan dua cara. Sewa ground-nya saja atau sewa all in one. Sewa all in on bisa melalui pengurus padang golfnya atau melalui pengurus Mandalawangi.
Saya putuskan melalui pengurus Mandalawangi. Karena lebih murah untuk all in one. 600 ribu untuk tiga orang. Semuanya. Kecuali kasur. Sisanya dapat semua. Makan 3 kali. Cemilan 2 kali. Minum. Dispenser. Kopi. Bajigur. Teh. Kompor mines gas. Minuman galon. Gelas plastik. Alat masak indomie dan air. Listrik. Penerangan. Tenda bebas memilih. Mau Citarum atau doom. Sleeping bag. Api unggun dan penjagaan 24 jam. Selebihnya akan kena charge. Kaya kasur, 30 ribu per malam kalau tidak salah. Di luar itu, kita bebas juga membawa makanan dan memasak menggunakan alat kita sendiri.
Jangan takut soal mandi. Soalnya ada kamar mandi yang biasa dipakai sehabis main golf. Jadi lumayan lah. Bisa mandi sesering yang kita mau. Asal kuat saja sama dingin airnya. Atau bisa mandi di kali belakang. Juga bisa. Kalau berani.
Selebihnya, bisa berkegiatan bebas untuk membebaskan diri dari dingin. Gimana? Berpikiran untuk kemping wiken ini? Ya, yang deket-deket dulu aja. Seperti di belakang rumah, kaya dulu sewaktu saya masih kecil. Weeee!
Bebas lari untuk dapetin keringat.

Bebas lari untuk dapetin keringat.

Pemandangan di belakang tenda. Jalan dikit nyebur ke kali gede.

Pemandangan di belakang tenda. Jalan dikit nyebur ke kali gede.

Ayo, siapa yang kangen kabut ayoo....!

Ayo, siapa yang kangen kabut ayoo….!

Jangan lupa selalu bawa peralatan ngopiiii!

Jangan lupa selalu bawa peralatan ngopiiii!

Jangan lupa juga bawa cemilan buat dimasak.

Jangan lupa juga bawa cemilan buat dimasak.

Kemping apa kemping yak!

Kemping apa kemping yak!

Kopi?

Kopi?

Kenalin nih, penyuka kopi, sahabat kecil saya, Virgillyan Ranting Areythuza!

Kenalin nih, penyuka kopi, sahabat kecil saya, Virgillyan Ranting Areythuza!

_MG_4711 _MG_4785
Saya sibuk masak dulu ya

Saya sibuk masak dulu ya

Semakin malam semakin dingin.

Semakin malam semakin dingin.

Lupa bawa satu kambing utuh buat dipanggang.

Lupa bawa satu kambing utuh buat dipanggang.

“sonofmountmalang”

19 thoughts on “kemping kemping ke puncak gunung

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s