Kabur dari Jakarta; Episode Berburu Paha di Paha(wang)

_MG_5754

Orang yang beruntung itu adalah orang yang pertama kali datang ke Pulau Pahawang saat belum ada siapa pun yang datang ke pulau ini atau pun ke pantai ini. Betewe, jangan percaya tukang foto ya, mereka selalu mengambil angle yang baik-baik ajah. Haks! Percayalah sama Tuhan! Amin. Lhaaa!

Sebelum menginjakkan kaki. Sebelum mencium laut. Sebelum menceburkan. Sebelum bersentuhan. Ada baiknya tahu sejarah di balik nama Pulau Pahawang. Menurut cerita Pak Agus, Pulau Pahawang berawal dari datangnya Ki Nokoda tahun 1.700-an yang diikuti oleh datangnya Hawang yang merupakan keturunan Cina. Hawang menetap di sebuah pulausampai memiliki seorang anak perempuan yang kerap kali dipanggil Pok Hawang. Kebiasaan memanggil Pok Hawang akhirnya menjadi nama pulau di mana Hawang menetap dengan sebutan Pahawang di tahun 1850-an.

Pahawang sendiri dibagi menjadi dua. Pahawang Kecil, yang sudah dimiliki oleh WNA dan tidak boleh memasuki kawasannya karena ya nggak boleh aja. Pahawang Besar itu dihuni oleh penduduk dan terdapat penginapan, tapi saya tidak menginap di Pulau Pahawang Besar. Saya ke Pahawang hanya untuk bermain air, snorkeling dan foto-foto underwater. Tapi, nggak bawa alat snorkeling, nggak bawa underwater casing buat DLSR, ya udah yah, KE LAUT AJAHHH!

Jadi, bisa ngapain aja di sini, di Pahawang ini, selain bisa melihat paha-paha supir kapal, paha-paha cowok dan paha-paha cewek? Kalian juga bisa melihat paha-paha ikan di balik karang, berenang, kejar-kejaran dan cinta-cintaan. Bisa juga banana boat-an. Saya? Bengong aja. Habis bingung mau ngapain. Soalnya ruameeeeeee! Jadi males ngapa-ngapain. Foto-foto aja ah. Demi laporan kalau saya sudah pernah ke Pahawang meskipun nggak jelas.

Plus, gegara kapal di Merak bangke itu, jadi telat juga main lebih pagi di Pahawang. Jadinya itu sudah kesorean dan sudah dipenuhi banyak orang. Airnya juga butek karena kebanyakan orang. Termasuk saya juga ikut-ikutan sih bikin butek pantai.

Dan, personally, tanpa menyinggung siapa pun, saya ternyata, pada kenyataannya, tidak begitu suka pantai yang padat merayap dan menjadi tujuan wisata utama rakyat banyak. Soookkkk!!!! Haahahahha! Bodo! Pantai sepi is the best! Yang setuju angkat ketek tinggi-tinggiiiiiii!

Akhirnya, manggil Pak Agus untuk lets go ke Pulau Kelagian.

_MG_5757

Ini karang atau kayu ayooo tebak ayoooo?

_MG_5751

Mati gaya gini kalau ga bawa alat lho pada.

_MG_5758

Rameeeeeee!

_MG_5759

Arependil.

_MG_5762

Heboh nemu bangke.

_MG_5771

Siap diperkosa jin laut.

_MG_5772

Hmmmm….! Mau nyebur?

_MG_5786

Begini nih akibat nggak bawa alat. Hahahah!

_MG_5799

Selamat datang di pulau lainnyaaaa!

Note:

  1. Kalau ke Pahawang, usahakan jangan pas long weekend.
  2. Sebisa mungkin hindari long weekend.
  3. Hindari ya long weekend.
  4. Datanglah pas musim kemarau.
  5. Datangnya jangan sore-sore.
  6. Jangan lupa bawa camera underwater.
  7. Jangan lupa bawa alat snorkeling.
  8. Jangan ngotorin PANTAI!

“sonofmountmalang”

 

19 thoughts on “Kabur dari Jakarta; Episode Berburu Paha di Paha(wang)

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s