Inception

Kata orang di facebook dan twitter, film ini bagus. Kata review-riview di koran dan majalah, film ini juga bagus. Kata orang-orang di kantor, film ini bagus banget. katanya, harus nonton. Keren!

Baiklah! Saya membeli dua tiket. Duduk dengan mantan pacar yang tidak berhenti melahap pop corn manis. Entah karena saking tegangnya atau laparnya. Sementara di luar, sepertinya, hujan masih terus membombardir Jakarta. Membuat udara di dalam bioskop semakin mendingin. Brrr…! Mau meluk mantan pacar, dia sibuk makan penuh konsentrasi menatap ke layar. Mau meluk sebelah kiri, eh ngga kenal. Terpaksa sedikit gelisah mencari posisi yang hangat. Sementara mata sama sekali tidak berkedip melihat ke layar. Meskipun sesekali melihat samping kiri, tempat wanita lain duduk. Hadoh! Udah nikah! Masih ajah jelalatan! Ahaks!

Menonton Inception mengingatkan saya dengan film Premonition. Hanya saja, kedalaman mimpinya jauh berbeda. Premonition sebatas layer satu. Inception, ntahlah, itu layer ke berapa. Unpredictable. Penuh dengan kejutan.

Menyenangkan bisa menonton film bagus di tengah bulan saat kantong kering kerontang. Membuat beban hidup terasa berkurang. Terlebih lagi melihat akting-akting tokoh-tokoh di dalamnya sangat kuat. Berkarakter. Ganteng-ganteng. Halah! So gay banget yak!

Di Inception ini, Kang Nolan memang suka sekali ngasih kejutan. Bagi saya film ini penuh kejutan. Sok teyu yak! Dan ternyata, ini bukan film pertamanya Kang Nolan yang memberikan kejutan. Bagi yang pernah nonton Memento, ini salah satu film Kang Nolan yang plotnya juga menyita konsentrasi penuh. Ada kejutan di balik filmnya. Hiyaks! Serunya ya kalau banyak kejutan. Menonton filmnya jadi tidak membosankan. Apalagi didukung dengan visual efek yang ya salaammm. Kalau saya tinggal di abad kegelapan, bisa nyembah-nyembah tuh. Beruntunglah saya hidup di abad barbar, maksudnya abad banyak bar. Cuih! Jadi, nyembanya botol saja.

Nah, jadi lupa Inception. Ini film keren. Yah, seperti teman-teman saya bilang. Hanya saja film ini ada sedikit kekurangannya. Dimana itu…? Di satu penonton cowok yang duduk tepat di belakang saya. Kekurangannya adalah dia tertawa sambil memukulkan tangannya ketika Kang Nolan memberikan sedikit twist di akhir film,”Hahahahah! Ternyata begitu. Hahahah!” Rasanya pengen saya lempar pake sandal sambil teriak,”Woii! Ngga usah norak gitu kaleee! Loe pikir penonton bego! Sethan!” Seru-seru, eh dibikin down. Keparat! Okeh-okeh. Tarik napas. Buang. Lepaskan. Lega. Hiuh!

Satu lagi, bagi yang suka meditasi atau relaksasi, sepertinya akan lebih menarik kalau menonton film ini. Siapa tahu kalian bisa belajar meditasi sampai ke kondisi Theta. Kemudian dalam kondisi Theta, kita menciptakan cabang-cabang Theta lainnya. Lalu cabang Theta lainnya ini menciptakan cabang Theta lainnya lagi. Kemudian kita akan menjadi bingung melihat batas antara realitas dan mimpi. Atau jangan-jangan kita ini tersesat di mimpi lapisan ke sekian sejuta. Tidak bisa kembali. Ahak! Ngimpi ajeh. Alfa ajah susah yeh.

Akhir kata, Inception memang film paling keren bulan ini. Mengalahkan Pangantin Topeng, Istri Boongan, I Know What You Did On Facebook, Pocong Keliling. Haiks! Ya iyalah! Eh, jangan-jangan itu cuma mimpi. Sebenarnya film Indonesia itu yang bagus, bukan Amerika. Mimpi dulu kali yeee!
Cau! Selamat bermimpi!

::sonofmountmalang::

P.S : Buat yang tertawa di jelang penghujng film karena merasa paling ngerti, lain kali gue lempar dari lantai lima loe! *Masih kesel:D*

Uncategorized

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s