mimpi copywriter (29) ares & nai

 

 

Saya dan Alia janjian bertemu di tempat yang setingannya mirip Anomalicoffee. Kami berdua duduk di bangku bagian luar kafe. Alia menyodorkan pesanan  VCO (Virgin Coconut Oil) yang saya pesan beberapa waktu lalu.

“Ares mana?” tanyanya.

“Ares?” saya nanya balik.

“Lho? Bukannya Ares mau cerita mimpinya ya?”

“Hah?! Mimpi? Mimpi apaan?”

“Gue belum tahu. Makanya dia ke sini mau cerita.”

“Tumben.”

Tidak lama kemudian, Ares muncul di samping Alia. Dia duduk. Cengar-cengir. Raut wajahnya terlihat senang.

“Mimpinya,” katanya. Dia cengar-cengir geli sendiri. “Gue mimpi ciuman sama Nai. Hooh! Gitu Jat… Al…”

“Ciuman doang?” tanya Alia sambil melirik ke arah saya.

“Masalahnya, nggak cuma ciuman doang. Gue mimpi ML juga sama nci Nai. Gue bingung. Itu tandanya apa ya?”

Lha!? Saya kan bukan dukun. Kenapa nanya ke saya nih anak.

“Oh, itu tandanya, loe emang naksir, ada hasrat terpendam sama Nai. Jadian aja loe sama Nai. Siapa tau dia jodoh loe,” saran Alia dengan santainya.

“Ah, tapi gue malu, nggak enak, masa temen jadi pacar.” Ares terlihat malu-malu kucing di hadapan kami berdua.

“Kita coba panggil Nai aja. Gimana?”

Saya memberikan ide lain sambil mengeluarkan iPad. Bentuknya mirip iPad, tapi ternyata talenan. Bukannya nelepon Nai, saya malah memotong-motong bawang di hadapan mereka.

Selang beberapa detik setelah potongan bawang jadi, Nai muncul di samping saya.

“Ada apa chyynn!?” tanyanya.

“Naaaahhh! Nih anaknyaaa!” ucap saya.

Ares langsung balik badan. Dia pura-pura tidak melihat Nai. Kenapa nih Ares? Biasa juga dia goda-godain Nai.

“Ada apa sih? Ada apa sih?” keponya Nai muncul.

“Begini Nai,” Alia mulai ngomong, “Ares ngimpiin loe. Kalian berdua ciuman trus make love. Sekarang Ares bingung, enaknya gimana. Gue bilang kalian berdua jadian aja. Udah tanggung make love kan. Buat jaga-jaga kalo hamil aja sih.”

“Eh, bukan itu ceritanya,” Ares mengangkat dua tangannya tidak setuju. Wajahnya merah, senyumnya memalu kelu.

“Apaan sih?!” Nai bingung.

“Lagian ya Nai. Yang ngimpiin loe tuh bukan Ares doang. Gue juga ngimpiin loe.”

Eaaaa!!

Malah saya keceplosan ngomong. Saya mencoba ngerem, eh terus nyerocos,”Gue sering lagi Nai ngimpiin loe. Kayanya gue punya hasrat terpendam deh sama loe. Ga apa-apa deh kita selingkuh. Loe pacaran sama Ares, tapi selingkuh sama gue. Ya ya ya?”

Saya merayu Nai yang duduk di sebelah saya.

“Apaan sih loe pada! Nggak jelas!” Nai masih sok belum ngerti obrolan kami semua.

“Udah deh. Nggak usah mikir. Sekarang, Ares sama Nai jadian aja ya,” Alia memotong omongan nggak penting saya soal mimpiin Nai dan selingkuh.

“Gimana Res?” tanya saya.

“Guenya sih mau-mau aja,” jawab Ares, masih malu-malu mau, “Nai gimana?” lanjutnya nanya balik ke kami berdua.

“Tanya Nai dong,” Alia melirik ke arah Nai.

Nai masih pura-pura bego. Eh, atau dia bego beneran yak! Dia belagak gila di hadapan kami semua.

“Nai!”

Saya teriak di kupingnya.

“Ahhh! Apaan sih!?”

“Mau nggak jadian sama Ares?”

“Tunggu. Gue mikir dulu. Gue belum ON nih.”

“Susah ya kalau OON. ON-nya lama.”

“Berisik nih banci satu!” ucapnya kesal. Wajahnya merengut ke arah saya.

Kami semua diam. Ares diam canggung. Alia senyam-senyum. Dia siap-siap sukses jadi  MBAH COMBLANG. Saya mengunyah bawang sampai air mata mengucur deras. Antara sedih dan perih rasanya. Sedih karena Nai harus jadian sama Ares. Itu artinya saya tidak bisa selingkuh sama Nai. Perih karena bawang merah ini.

Kami bertiga terus menunggu Nai bicara. Terus menunggu, menunggu, menunggu….lalu saya bangun dari tidur….

 

“sonofmountmalang”

Note: Belakangan saya sering memimpikan rekan sekantor. Cape ya. Di kantor ketemu, di mimpi masih ajah ketemu. Cuih!:d

 

 

Advertisements

Any comments, please....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s