gunung malang; memutar rekaman usang

Sisi kiri jalan berupa hutan cagar alam.
Sisi kiri jalan berupa hutan cagar alam.

Dongeng Tidur Tala tentang tempat paling ramai pada jamannya sudah semakin dekat. Sebelum mencapai ke tempatnya, pelan-pelan akan saya buka perjalanan singkat menujunya. Hutan lebat di sisi kiri dan kanan jalan masih lumayan utuh, meskipun beberapa bandit pemerintah menjual pohon-pohon ke bandit lainnya untuk ditebang dan dijual. Bedanya, dulu, kalau jalan kaki sendirian, suka melihat babi menyeberang jalan, suara harimau di kejauhan, monyet di atas pohon. Perjalanan kali ini terasa sangat sepi. Para penduduk mulai mengeksploitasi burung-burung di hutan untuk dijual ke penadah. Burung apa saja ditangkap. Dan pemerintahan setempat atau pun polisi hutan diam saja. Cukup ya curhatnya. Berikutnya akan saya posting dongeng tentang tempat satu ini.

Sambil menunggu postingannya, yuk foto-foto di sekitar jalan setapaknya.

Jalanan setapak tanah merah di pintu hutan. Pohonnya jarang karena ditebang dan dijual pemerintahan.
Jalanan setapak tanah merah di pintu hutan. Pohonnya jarang karena ditebang dan dijual pemerintahan.
Sisa jalanan di tengah hutan. Aspalnya sudah mengelupas dan tinggalah jalanan setapak berbatu.
Sisa jalanan di tengah hutan. Aspalnya sudah mengelupas dan tinggalah jalanan setapak berbatu.
Pencari rumput. Beginilah saya di jaman dulu. Mencari rumput dan memanggulnya. Saya mencoba mengangkatnya dan sudah tidak kuat. Tuwe!
Pencari rumput. Beginilah saya di jaman dulu. Mencari rumput dan memanggulnya. Saya mencoba mengangkatnya dan sudah tidak kuat. Tuwe!
Pohon Rasamala ditandai supaya tidak ditebang. Yang berhak nebang pemerintah. Ya ujung-ujungnya duit kan ya. Mau ditandai pakai apa pun kalau duit sudah bicara, ditebang juga sih.
Pohon Rasamala ditandai supaya tidak ditebang. Yang berhak nebang pemerintah. Ya ujung-ujungnya duit kan ya. Mau ditandai pakai apa pun kalau duit sudah bicara, ditebang juga sih.
Pohon Rasamala ini sudah ada sejak saya usia lima tahun. Semoga tetap begini sampai mati dengan sendirinya.
Pohon Rasamala ini sudah ada sejak saya usia lima tahun. Semoga tetap begini sampai mati dengan sendirinya.
Pucuk Rasamala. Ini bisa dijadikan lalapan. Rasanya manis-manis sepet. Paling enak itu dimakan dengan nasi liwet, pepes ikan mas atau ikan asin dan sambal terasi. Nah, dicocol deh tuh lalapan pucuk Rasamalanya. Jadi laper deh ah!
Pucuk Rasamala. Ini bisa dijadikan lalapan. Rasanya manis-manis sepet. Paling enak itu dimakan dengan nasi liwet, pepes ikan mas atau ikan asin dan sambal terasi. Nah, dicocol deh tuh lalapan pucuk Rasamalanya. Jadi laper deh ah!x
Bercinta di hutan itu bebas penggerebekan. Mau nyoba? Silakan. Tidak ada yang melarang. Dan tentunya aman. Palingan diseruduk babi:))!
Bercinta di hutan itu bebas penggerebekan. Mau nyoba? Silakan. Tidak ada yang melarang. Dan tentunya aman. Palingan diseruduk babi:))!
Jalan setapak menuju ke Cagar Alam. Hmmm...! Menarik untuk masuk tapi malas ketemu BABI!
Jalan setapak menuju ke Cagar Alam. Hmmm…! Menarik untuk masuk tapi malas ketemu BABI!
Kalau lapar dan tersesat, ini salah satu buah yang bisa dimakan. Namanya Harenong/Harendong. Biasanya sih dimakan oleh burung. Kan katanya begitu ya. Kalau tersesat di hutan, makan apa pun yang dimakan oleh binatang. Selama binatang itu hidup ya makan saja. Ini rasanya manis. Mau nyoba? Silakan. Bibir siap biru ya, seperti makan tinta.
Kalau lapar dan tersesat, ini salah satu buah yang bisa dimakan. Namanya Harenong/Harendong. Biasanya sih dimakan oleh burung. Kan katanya begitu ya. Kalau tersesat di hutan, makan apa pun yang dimakan oleh binatang. Selama binatang itu hidup ya makan saja. Ini rasanya manis. Mau nyoba? Silakan. Bibir siap biru ya, seperti makan tinta.
Siap berkembang
Siap berkembang
Paku-pakuan jenis ini biasa membentuk rumpun lebat dan tempat aman buat babi bersarang di bawahnya.
Paku-pakuan jenis ini biasa membentuk rumpun lebat dan tempat aman buat babi bersarang di bawahnya.
Tanaman paku-pakuan jenis lain lagi. Jadi pengen bawa ke Jakarta untuk ditanam di depan rumah. Weh!
Tanaman paku-pakuan jenis lain lagi. Jadi pengen bawa ke Jakarta untuk ditanam di depan rumah. Weh!

“sonofmountmalang”

26 responses to “gunung malang; memutar rekaman usang”

  1. Kereeennnn,… duhhh tjakeeppp yahhh eh btw itu daun rasamala apa’an sih, saya juga orang kampung tapi kayaknya ditempat saya nggak ada

    1. Hiyahahah.
      Masa sih nggak ada.
      Ini daun rasamala.
      Tentunya dari pohon rasamala.
      Adanya di hutan sih.
      Cobain deh:p

      1. beneran nggak pernah tau aku
        kalo dihutan tuh nemunya jamur hutan, duhh enak banget rasanya, beda sama jamur budidaya

      2. Iyaahh! Jamur dari pohon yang sudah berlumut. Seru ngambilinnnya. Yuk!

      3. ini musim ujan, pasti banyak ๐Ÿ˜€

      4. Sekalian berburu laron buat dipepes. *makin aneh*

      5. Kalo di pepes blm pernah, biasanya digoreng aja,.. gurihhhh ๐Ÿ˜€

      6. Dibikin nasi goreng. Sore sore udah laper:))

      7. wkwkkw,… belum pernah juga, laron sama belalang cuma digoreng ajah, kalo larva nya tawon baru di pepes ๐Ÿ˜€

      8. Ekstrim juga ibu satu ini. Hayuklah kita ke hutan yuk! Nyari mangsa:p

      9. Hahahaa,… saya msih abegeh lohhh, enak aja panggil ibu #plak

      10. Semua cewek kan ibu untuk calon anaknya. Lalalalala! *kabur*

  2. Gorgeous pictures,the flavors of life ,colors of the livings.My best regards.

  3. mesti gak tuntas… bikin penasaran terus… ๐Ÿ˜ฆ

    1. Digantung terus biar penasaran. Kaya cewek kan gantung cowok:p

  4. Wah di sekitar Gunung Malang ada cagar alam juga? Baru tahu

    1. Ada dong mas. Tak tersentuh. Semoga nggak ada orang kota yang nebang pohon:d

      1. Bukan cuma orang kota sih, penduduk lokal juga semoga gak ada yang tergiur duit trus main tebang pohon di sana. Eh kesana yuk

      2. Yuk! Paling enak sih bawa mobil gede. Cuti seminggu. Kita jalan ambil rute cianjur-bandung. Hahahahha. Kaya orang bener aja sih nih kita.

    1. Ada anak padakati๐Ÿต

      1. Gimana kondisi di sana? Hutan lagi dihabisin yaโ˜๏ธโ˜๏ธ

      2. Kondisi terakhir gunung sudah jadi kebun ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

      3. Hahahaha. Siap2 pake ac aja rumah di sana ntar yah. Sama beli air buat mandi

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: