Menjadi Zombie

Tiga minggu ke belakang, kehidupan saya berubah total. Tidak bisa jalan-jalan ke mall. Tidak bisa nongkrong di tempat ngopi. Tidak sempat membuat kopi. Tidak bisa jalan-jalan ke pantai, ke gunung dan ke tempat-tempat jauh. Blog pun kosong. Sosial media dianggurkan. Laptop tidak pernah menyala. Kamera juga belum sempat lagi diperkosa.

Kehidupan saya 100% berubah, menjadi zombie. Ranting terlalu banyak menyita waktu. Siang bolong tidur nyenyak, malamnya melek. Melek semelek meleknya. Belum pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa memiliki anak akan sebegitu menguras waktu. Apalagi Ranting belum bisa diajak ngobrol, boro juga jalan-jalan. Yang bisa ia lakukan adalah, pipis, pup, mewek, nyusu dan molor. Entah sampai kapan pola itu akan membuat. Sebenarnya saya sudah tidak sabar ingin membawanya jalan-jalan, mengenalkannya ke semesta, gunung yang berkabut, ke hutan yang lembab, ke sawah, ke pantai dan ke banyak tempat. Sayang, dia belum mengerti apa-apa. Jadi, sementara blog saya akan berkurang konten jalan-jalan tidak pentingnya. Sementara juga, mungkin, akan diisi oleh dongeng-dongeng sebelum tidur, DONGENG TIDUR TALA.

Sementara sekarang, sambil juga kerja, lembur tengah malam, pagi buta, saya akan ngeblog seadanya waktu. Tentunya sambil menjadi ZOMBIE. Hohohohoho!

“sonofmountmalang”

virgillyan ranting areythuza

virgillyan ranting areythuza

Ini reblogan dari blog anaknya, duniaranting.wordpress.com, yang dibikin emaknya. Silakan….

Selamat datang di tempat “DUNIA RANTING” Virgillyan Ranting Areythuza.

Untuk ngedapetin nama ini, kata ibu dan ayahku, nggak gampang lho. Mereka setiap ada waktu luang ngobrolin namaaaaa terus. Nggak bosen ya mereka. Kayanya sih semua nama sudah disebut, tapi kayanya juga semua nama sudah ada di dunia. Mereka maunya namaku itu hal yang baru. Kalau bisa, katanya. Ih, kurang kerjaan aja mereka berdua ya.

Awalnya ayahku mau ngasih aku nama Altingia Excelsa Norona, tapi ibuku nggak setuju. Katanya ribet banget nulisnya. Terus ayahku bilang lagi, kalau Ranting Rasamala. Altingia Excelsa Norona artinya Rasamala, jenis pohon yang sangat kuat. Ibuku tetep nggak setuju. Ayahku tetap mau ada kata Ranting di namaku. Ibuku maunya ada kata Dante, tapi nama itu katanya pernah dipake buat nama anjing yang mereka piara. Hihihi! Aneh ya mereka.

Akhirnya, mereka memutuskan, namaku katanya harus mengandung arti KUAT, MALAIKAT, KOPI, AIR, KAYU dan SASTRA. Aduh! Banyak banget sih maunya.

 Terus akhirnya keluarlah Virgillyan Ranting Areythuza. Tapi ibuku masih ragu, Virgillyan Areythuza Ranting atau Ranting Virgillyan Areythuza. Masih bingung aja ya.

 Kata ibuku, Virgillyan diambil dari Virgil. Seorang penyair-sastrawan jaman Romawi Kuno, yang hidup pada jaman 70 sebelum masehi dan lahir di Italia. Kata ibuku lagi, Virgil itu malaikat penuntun di novelnya Dante. Siapa sih Dante itu? Nanti aku baca ah kalau sudah besar. Selain artinya malaikat, kata ibu dan ayahku, Virgil juga berarti kuat. Kata mereka, aku ini anak kuat. Soalnya, minggu pertama ibuku hamil, aku sudah diajak jalan-jalan ke Lampung naek mobil dan kapal laut dengan jarak tempuh jauh dan jalanan jelek. Selain itu, keempat kakakku tidak pernah kuat bertahan lama di perut ibuku. Jadi, aku satu-satunya anak ibu dan ayah yang kuat dan bertahan sampai akhirnya keluar dari perut ibuku.

 Virgillyan, kata ayahku mengandung mengandung kopi. Virgillyan merupakan merk kopi dari Italia. Ngarang banget ya mereka. Selain artinya kopi, Illy juga nama pastor yang menikahkan ibu dan ayahku. Namanya pastor Illydio.

 Virgillyan, para malaikat kuat dan para penyair hebat. Kalau Ranting, itu sih pemberian ayahku, yang tetap ingin ada kata ranting. Soalnya aku lahir di SHIO KUDA KAYU. Jadi Ranting kan ada unsur kayunya. Ngarang ya ayahku. Tapi sebenarnya sih karena ayah gagal ngasih aku nama Altingia Excelsa Norona atau Ranting Rasamala. Kasian ya ayahku. Kalah sama ibu. Hihihihi!

Kalau Areythuza, ini dari ibuku dan ayahku langsung setuju. Kata ibu dan ayahku sih masih ada hubungannya sama Dewi Air atau Dewi Sungai. Soalnya, pas aku di perut ibuku, ayah suka banget hujan-hujanan sambil nyuci mobil. Itu sih karena ayahku gagal juga ngasih nama HUJAN. Hihihihi!

Mereka sudah puas mendapatkan nama untuk aku, yaitu Virgillyan Ranting Areythuza. Habis itu mereka berdua bingung, mau dipanggil apa. Ih, kapan selesainya sih mereka sibuk dengan namaku.

Jadi mau dipanggil siapa? Ibuku nanya ke ayah.

Ayahku jawab, bebas.

Okelah kalau begitu. Aku Virgillyan Ranting Areythuza. Kamu bisa manggil aku Virgil. Bisa Virgillyan. Bisa Ranting. Bisa Illy. Bisa Areythuza. Tapi ayahku lebih suka kalau aku dipanggil Ranting. Tetep yah, ayahku ngotot soal Ranting.

Salam kenal semuanya…

 

“Virgillyan Ranting Areythuza”

“sonofmountmalang’

(Reblog) Dari DUNIA Virgillyan RANTING Areythuza

 

Dear,

wpid-dsc_4768.jpg

Empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Pernah ada air mata. Pernah ada putus asa. Pernah ada segala usaha. Pernah ada dokter ahli sperma, ahli darah, ahli kandungan, pernah ada insem, pernah ada ahli sel telur, pernah HSG dan ahli-ahlian lainnya. Setelah menyiksa tabungan, menyiksa emosi, menyiksa kesabaran, menyiksa doa kepada semesta raya dan semua Tuhan dan Non-Tuhan, semua benda mati, dari punya agama, pindah agama, ganti agama, bikin agama dan tidak beragama, akhirnya, kamu, yang sudah ditunggu sekian lama, hadir juga.

Lantas, menunggu sembilan bulan di perut ibumu pun menyiksa rasa penasaran. Apa yang kamu lakukan. Apa yang kamu rasakan. Apa yang kamu dengar. Apa yang kamu gerakkan. Apa dan apa dan bagaimana ketika aku bilang,”NGOPI YUK!” lalu kamu menyembul di kulit perut tebal ibumu. Atau, bagaimana ketika aku menceritakan sebuah cerita sebelum tidur, kamu pun heboh bergerak seperti gelombang lautan tenang di Amed, atau, ketika kamu diputarkan musik, gerakmu semakin seru. Melihatnya, diibaratkan aku sedang diracuni seribu ton asap ganja dan merasakan kesenangan luar biasa. Tak terjelaskan logika.

Aku pun sudah menimbum banyak rindu untukmu. Begitulah rasa yang bisa aku ceritakan. Begitu menyenangkan bisa kedatangan seseorang sepertimu.

Selamat datang di semesta raya, malaikatku, Virgillyan Ranting Areythuza. Akhirnya juga, aku, kamu dan ibumu bisa menikmati kopi bersama sambil berbincang tentang perempuan berbaju seksi berlipstik merah darah dan belahan malas-malas manja, itu sudah pasti akan menjadi topik hangat kita! Hahaha! Berbincang tentang hidup, tentang puisi, tentang sastra, tentang agama, tentang filsafat, tentang jalan-jalan dan perjalanannya, tentang tempat-tempat seru untuk dikunjungi, tentang semesta dan tentang banyak hal.

Dan kini, seluruh energi semesta sudah siap menyambutmu, untuk memulai sebuah perjalanan seru bertiga.

Selamat datang, malaikat kecilku, Virgillyan Ranting Areythuza

Love you, bro!

“sonofmountmalang”

SURAT CINTA UNTUK VIRGILLYAN RANTING AREYTHUZA

Apa yang kalian ingin lihat?

stars

Langit Jakarta tidak akan pernah lagi bisa menyuguhkan jutaan bintang saat malam. Kalian hanya bisa melihat kelabunya awan, tebalnya asap dan pengapnya udara. Sementara Cimanggis, selain bisa mendengarkan konser suara segala jenis binatang malam, juga mendapati bintang rebutan bercahaya di langit malam. Menyenangkan sekali, bukan? Bisa merebahkan badan di atap dan melihat semesta bercahaya. Tentu saja sambil membayangkan melakukan perjalanan panjang ke sebuah tempat di mana kita bisa melihat bintang bertelanjang mata; Rinjai, Semeru dan ketinggian lainnya. Sementara saja, kita perdalam khayalan, sebelum bisa melakukannya.

Cimanggis.Depok.Indonesia

“sonofmountmalang”

Bertamu Ke Rumah Kopi Ranin

espresso wamena siap ditegak! glek!

espresso wamena siap ditegak! glek!

TERIMA KASIH, BELANDA! KALIAN SUDAH MENJAJAH INDONESIA! Yap! Memang ada sebagian keuntungan peninggalan kekejaman tanam paksa ala Belanda yang, katakanlah, kita bisa menikmatinya hingga sekarang, yaitu KOPI! Bayangkan, jika, seandainya, Belanda tidak melakukannya, siapa coba. Siapa yang akan mengenalkan kopi ke negeri Indonesia? Siapa! Ya, merekalah yang mengirimkan bibit kopi arabica dari Yaman untuk ditanam di Indonesia.

Cerita tentang VOC dan KOPI saya CUT dulu ya. Itu ceritanya sangat panjang sekali dan tidak akan habis-habisnya dibahas. Kapan waktu kita bahas ya. Sambil ngopi.

Sekarang, saya akan membahas tempat ngopi di Bogor. Rumah Kopi Ranin. Ini disebut-sebut sebagai tempat ngopi dengan pembuatan espresso manual. Hmmm…! Menarik. Sayangnya, saya tidak sempat ngobrol banyak dengan pemilik atau pun baristanya. Hanya sekilas ngobrol dengan baristanya ketika membuat espresso wamena dengan cara manual. Untuk ukuran manual, menurut lidah, rasa, tenggorokan dan perasaan saya, espresso milik Ranin meresap ke urat-urat saraf dan mengalir di nadi. Beghh! Enak!

Sudah cukup ya infonya? Belum? Kalau belum, coba saja ke Rumah Kopi Ranin di Jl. Achmad Sobana 22A Bangbarung. Kalian bisa mencicipi 10 single origin, ASLI INDONESIA! Jadi seru ya persaingan kopi di Indonesia. Tidak hanya dijejelin kopi Starbucks. Kita juga mulai dijejelin kopi Indonesia di tempat-tempat ngopi yang semakin menjamur. Tidak terlalu menjamur sih. Mungkin banyak tepatnya, tapi tidak semua menyediakan cara menikmati kopi secara maksimal. Dan, di Bogor, geliat tempat ngopi sepertinya mulai banyak. Ada Ranin, ada Kopi Giling. Eh, baru dua ya yang saya tahu. Hahahha! Itu sih bukan banyak. Ya lumayanlah. Bogor memiliki tempat ngopi itu hebat banget. Lebih hebat kalau Puncak punya tempat ngopi sekelas Ranin. Sudah kebayang kan. Dingin. Berkabut. Dan suasana tempat ngopi dengan aroma roasting menyusup ke penciuman. Ahhh! Ngayal terus. Lebih baik kita nikmati dulu yuk kopi di Ranin.

ngopi bareng di sini yuk!

ngopi bareng di sini yuk!

perkakasnya ranin

perkakasnya ranin

baristanya sedang beraksi.

baristanya sedang beraksi.

Menunya bercerita. Asik bacanya.

menunya bercerita. asik bacanya.

tapi melihat baristanya menekan sekuat tenaga, membuat saya berpikir, apa saya kuat nekannya yak!

jadi pengen beli espresso manual. kalau beli berapaan yak harga. hmmm…tapi melihat baristanya menekan sekuat tenaga, membuat saya berpikir, apa saya kuat menekannya yak!

espresso manual. kalau beli berapaan yak harganya. jadi pengen beli.

espresso manual.

bagi yang tidak suka kopi hitam, ada kopi gadungannya kok di ranin.

bagi yang tidak suka kopi hitam, ada kopi gadungannya kok di ranin.

kalau sudah ngopi, biasanya ide untuk menulis terus mengalir.

kalau sudah ngopi, biasanya ide untuk menulis terus mengalir.

pacaran di sini yuk! mojok!

pacaran di sini yuk! mojok!

 

“sonofmountmalang”