6haridiBali (10) Guest House Suastika Bed & Breakfast

selamat datang di suastika, kata sang anjing dengan bahasa gang gang gong gong.  anjingnya baik kok.

selamat datang di suastika, kata sang anjing dengan bahasa gang gang gong gong. anjingnya baik kok.

Saya betah tinggal di Bliss Ubud, tapi gimana dong ya, penginapan malam berikutnya ternyata sudah bayar. Tahu gitu saya dua malam di Bliss Ubud. Hiks! Terlambat.

Selamat tinggal Bliss Ubud. Saya pindah ke penginapan selanjutnya, yaitu Suastika Bed & Breakfast di Jalan Suweta. Lokasinya masih di seputaran Ubud. Kali ini saya menginap di dekat pusat pasar Ubud. Dari penginapan ke Jalan Raya Ubud tinggal sekali dua kali ngesot.

Ini aslinya kompleks rumah keluarga khas Bali, yang berpintu sebadan, kemudian ketika berada di dalam WUAHHH! Gede banget! Enak juga ya punya rumah khas Bali. Hihihihi! Ngimpi teruusss!

Soal harga, masih masuk akal sih. Harganya 340 ribu per malam. Bagi saya, untuk penginapan sebesar itu, dengan keramahan pemiliknya, Ibu Yanik, itu masih sangat masuk akal. Saya puas. Apalagi ketika masuk ke penginapannya. Wohh! Kamarnya luas, kamar mandinya asik buat berendem air hangat dan ada dapurnya untuk membuat kopi atau indomie atau manggang roti.

Malamnya, bisa nongkrong di bale-bale sambil ngopi ditemenin udara sejuk, suara burung hantu, suara serangga malam dan sesekali terlihat kunang-kunang. Lebih enak lagi kalau dapat kamar paling ujung menghadap lembah dengan pohon rimbun mirip hutan. Suasana tidur di sisi hutan lebih terasa. Harganya lebih mahal dan kebetulan sedang penuh.

Sekali lagi, dalam perjalanan kali ini, saya sudah menginap di tiga tempat, yaitu Hotel Melamun, Bliss Ubud dan Suastika, dan ketiganya memuaskan.

Eh, saya tidak dibayar lho ya supaya menulis review bagus. Bagi saya, mengapresiasi penginapan nyaman itu, selain untuk refrensi yang ingin menginap, juga sebagai ungkapan rasa senang karena mereka sudah berusaha membuat penginapan dan pelayanannya sedemikian nyaman.

Ayo, siapa mau ke Ubud? Yuk!

enak ya punya rumah serba hijau penuh pohon.

enak ya punya rumah serba hijau penuh pohon.

di dalam penginapan bisa berdoa juga. ini untuk acara keluarga sepertinya.

di dalam penginapan bisa berdoa juga. ini untuk acara keluarga sepertinya.

balai santai untuk ngopi dan ngobrol.

balai santai untuk ngopi dan ngobrol.

penginapannya banyak. ini jalan menuju penginapan di dekat lembah.

penginapannya banyak. ini jalan menuju penginapan di dekat lembah.

sekarang masuk ke kamar tempat saya menginap yuk!

sekarang masuk ke kamar tempat saya menginap yuk!

woowwww! kamarnya gede! bisa gulang guling sepuasnya.

woowwww! kamarnya gede! bisa gulang guling sepuasnya.

kamar mandinya. enak buat berendem air hangat sambil gosip. ehh!

kamar mandinya. enak buat berendem air hangat sambil gosip. ehh!

pemandangan dari teras.

pemandangan dari teras.

santai-santai ngopi di teras saat sore.

santai-santai ngopi di teras saat sore.

sarapan pagi lumayan bikin kenyang.

sarapan pagi lumayan bikin kenyang.

Ini ya info buat kalian kalau mau ngetes menginap di sini

Suastika Bed & Breakfast

Jalan Suweta, NO. 52 Ubud-Bal

Telp. 0361-974825/08174737141

“sonofmountmalang”

6haridiBali (9) merakus-rakus di nuris

siapa mau babiiiii?

siapa mau babiiiii?

Babi merupakan salah satu hewan di bumi dengan rasa LEZATLEZAT DAHSYAT! Terbayang kan iga babi dibakar, disajikan dengan bumbu pedas dan dilahap bersama minuman halal sejenis bir super dingin. That’s fucking delisia!

Semua kedahsyatan babi ini bisa kalian rakusi di NURIS. Resto sederhana milik Mbok Nuris centil. Ia dan warungnyag lumayan terkenal di kalangan turis asing, pun lokal. Tapi lupakan kelezatan babi itu ya, saya tidak suka babi. Selama saya masih trauma pernah pontang-panting dikejar babi hutan, saya tidak akan makan BABI! Jadinya saya memesan stiek beef dan partner saya memesan ayam grill. Ini juga enak dan lumayan murah. Glek!

Mau mencobanya? Yuk! Jajanlanan di Ubud. Menggemukan badan sekaligus menggemukan spiritualisme. Jadi pengen pindah agama ke Hindu. Eh!?

Malam ini, tidak seperti niat sebelumnya ingin jalan-jalan di sekitaran Jalan Raya Ubud, saya hanya jalan-jalan di seputaran Jalan Raya Sanggingan – Jalan Raya Pengosekan. Itu pun jalanan di jam sepuluh malam itu cenderung sepi. Toko-toko sudah tutup. Bahkan beberapa resto juga sudah tutup. Jalanan lebih kosong. Kebetulannya, ketika saya jalan-jalan malam, cuaca sedang tidak mendukung. Gerimis tebal. Mungkin akan terjadi hujan deras sejam lagi. Saya tidak bisa berlama-lama di Nuris. Setelah kenyang akut, saya menggerek perut saya ke penginapan. Jaraknya tidak jauh dari Nuris. Selemparan kancut sudah bisa sampai.

Dan betul kan apa kata saya, tidak lama kemudian, hujan deras tiba di Ubud. Orang-orang merapatkan diri warung Nuris. Hmmm….! Kalau sudah begini, enaknya menyempurnakan malam di Ubud dengan duduk-duduk santai di balkon penginapan sambil menikmati Kopi Bali.

YUK!

 6haridibali563

ayo gabung duduk di sini yuk.

ayo gabung duduk di sini yuk.

pas makan malam lumayan ngantri.

pas makan malam lumayan ngantri.

awwww! babi oh babi.

gerimis.babi.bir.wadduh!

gerimis.babi.bir.wadduh!

“sonofmountmalang”

i love kissing you over two scoops of sweet ice cream

6haridibali305gayagelato.bali.indonesia

Jl. Raya Sayan, Ubud, Bali, Indonesia 80571
Phone: +62 (0) 361 979252 / 979253
Email: gelato@gayafusion.com

“sonofmountmalang”

6haridiBali (8) meranjang di Bliss Ubud

meranjang yukkk!

meranjang yukkk!

Saya merenggut sepenggal napas, dari wangi dupa-dupa, dari angin-angin menyiah bibir-bibir daun di penginapan sisi sawah, antara pepohonan di Bliss Ubud, saya disambut segelas senyum resepsionis yang tertuang menjadi lemon dingin.

Selamat datang di Bliss Ubud, sapanya. Saya diantarkan menuju kamar nomor tiga lantai dua. Posisinya ada di bagian depan. Dekat dengan jalan raya. Tidak terlalu dekat juga. Masih terhalang taman penuh pohon dan lapangan parkir. Tidak begitu masalah bagi saya, meskipun beberapa orang merasa sedikit berisik dengan kondisi jalanan. Kamar ini cukup hening.

Untuk harga Rp 470.000/malam,  Bliss Ubud Bungalow,  sangatlah worth it! Saya suka suasana penuh pohonnya. Kamarnya bersih. Kasurnya nyaman. Kamar mandinya luas dan bersih. Airnya menggelontor.

Saya baru sadar *kemana aja ya*, sangat banyak sekali penginapan di Ubud yang harga dan kualitasnya berbanding lurus. Jangan sampai tertipu ya. Trick-nya sederhana. Cari riview yang fair. Misalnya Tripadvisor, Agoda atau blog-blog pribadi. Jangan terlalu percaya backpacker. Pendapat saya, beberapa backpacker punya konsep asal murah dan bisa tidur. Bagi saya, yang setengah backpacker dan super manja, harga dan kualitas tetap harus sesuai. Setuju kan ya?!

Sementara, sambil mengumpulkan energi untuk jalan-jalan mencari makan malam, saya akan ngopi santai sore-sore sambil berenang di sisi sawah.

Siapa mau gabung? YUK!

lapangan parkir lumayan luas.

lapangan parkir lumayan luas.

jalan-jalan setapak di penginapan.

jalan-jalan setapak di penginapan.

minuman selamat datang. mau nyoba?

minuman selamat datang. mau nyoba?

kasurnya juga enak buat ngorok semalaman.

kasurnya juga enak buat ngorok semalaman.

siapa mau berenang di sisi sawah?

siapa mau berenang di sisi sawah?

sarapan pagi. gimana ngabisinnya.

sarapan pagi. gimana ngabisinnya.

kopi bali siapa mau?

kopi bali siapa mau?

“sonofmountmalang”